Ahok: Yang Kritik Saya Berani Kritik Ali Sadikin Nggak?

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 27 Aug 2015 07:49 WIB
ahok
Ahok: Yang Kritik Saya Berani Kritik Ali Sadikin Nggak?
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku diperlakukan standar ganda dalam berbagai tindakan yang ia lakukan di Ibu Kota. Basuki yang akrab disapa Ahok ini, menuding pengamat hanya berani mengkritik dirinya sementara selalu memuji mantan Gubernur Ali Sadikin dalam kasus yang nyaris sama.

"Makanya, kalau saya mau berdebat sama mereka cape deh. Sekarang saya tanya, mereka pernah enggak kritik Ali Sadikin? Saya mau tanya mereka yang pintar-pintar ngomong itu, yang suka muji-muji Ali Sadikin bikin kota Jakarta jadi hebat. Siapa yang kasih Endang Widjaja (era 70-an) mereklamasi tambak-tambak ikan di Jakarta Utara? Ali Sadikin tuh yang kasih," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015) malam.

Menurut Ahok, dirinya mengaku heran dengan penilaian para pengamat terkait kawasan resapan. Ahok menekankan, seharusnya pengamat mempertimbangkan manfaat ketimbang mudharatnya.

Ketika Ali Sadikin memberikan izin pembangunan di kawasan resapan tersebut, tidak ada yang bersuara keras. Seperti halnya pembangunan kawasan Wisata Ancol. "Ancol dulu apa kamu kira? Itu rawa-rawa. Enggak ada pantai itu di Ancol. Mereka isi pasir. Itu pantai buatan," tukas Ahok.

Begitupun dengan pembangunan jalan layang menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. "Sekarang saya jelasin yang lebih jelas dan lebih nyata. Dulu tol ke bandara banjir kan? Lalu pemerintah membuat ke bandara jalan layang. Iya enggak? Itu tebang bakau dulu enggak? Tebang semua bakaunya. Kenapa kita lakukan? Manfaat dan Mudharat lebih banyak mana?," ujar Ahok.

Pernyataan Ahok ini merupakan jawaban kegelisahannya terhadap Pengamat Perkotaan Marco Kusumawijaya. Praktik Ahok untuk menyelamatkan Jakarta dari Banjir dengan membangun beton di sepanjang sisi Kali Ciliwung dianggap tidak efektif.

Sebab, kata Marco, permasalahan yang dihadapi adalah menurunnya permukaan tanah atau abrasi. Ia ingin Pemprov untuk mengantisipasi penurunan permukaan tersebut. Kemudian, Ahok ingin Marco memberikan masukan yang bersifat visual agar bisa dipertimbangkan dan implementatif.

"Nah, si Marco pintar ngomong. Toh, saya masih punya video sama dia. Waktu dia datang 'Kami ingin bantu. Awas jangan sampai terjadi kesalahan'. Gue kasih semua data. Sama dia. 'Lu yang gambar kayak gimana, kasih kita deh.' (Sampai sekarang) enggak balik-balik bos. Makanya pengamat tuh pintar ngomong doang. Mana si Marco? Enggak sanggup (kasih solusi implementatif)," kesal Ahok


(REN)

80 Saksi untuk Novanto Telah Diperiksa KPK

80 Saksi untuk Novanto Telah Diperiksa KPK

32 minutes Ago

KPK juga telah melakukan penggeledahan, penyitaan dan penelusuran aliran dana yang diduga berka…

BERITA LAINNYA