Ahok Sebut Rusunawa bak Inkubator

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 27 Aug 2015 08:04 WIB
penggusuran kampung pulo
Ahok Sebut Rusunawa bak Inkubator
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku tidak memiliki dasar hukum untuk memberikan uang ganti rugi kepada warga korban penggusuran. Pemprov hanya bisa memberikan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) sebagai alternatif tempat tinggal.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan korban penggusuran adalah mereka yang selama ini mendiami tanah milik negara. Khususnya saluran inspeksi sungai yang sama sekali tidak ada toleransi. Terkait itu, pihaknya tidak yakin mereka memiliki sertifikat hak milik (SHM) atas tanah, kendati di atasnya berdiri bangunan milik korban.

Basuki yang akrab disapa Ahok itu, mengatakan, warga melakukan reklamasi liar dengan menumpuk sampah di badan sungai. Sehingga, lama-kelamaan menjadi suatu dataran. Tak ayal berdirilah bangunan dan lebar sungai semakin sempit. Dari rata-rata 15-20 meter, sekarang menjadi tiga meter saja.

Ia menegaskan, pihaknya tetap percaya diri dan terpaksa menggusur mereka. Menghancurkan bangunan milik warga tanpa uang pengganti walau sudah bertahun-tahun lamanya tinggal dan tidak lupa membayar Pajak Bumi dan Bangunan setiap tahunnya (PBB).

Diakui Ahok, dalam UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan umum terdapat uang pengganti ketika suatu bangunan dirubuhkan. "Tapi dalam peraturan itu disebutkan, yang berhak dapat itu adalah yang menguasai atau yang memiliki dan bukan di atas lahan negara atau lahan orang lain atau provinsi," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015) malam.

Untuk tidak menyia-nyiakan korban penggusuran begitu saja, Ahok meminta mereka pindah ke Rusunawa sebagai tempat tinggal alternatif. Kendati harus bayar, Ahok mengklaim biaya iuran lazim seperti di permukiman warga sebelumnya.

"Ya sudah, saya cari solusi lagi. Kalau enggak bisa Anda dapat duit, Anda pengen tinggal di Jakarta, Anda butuh rumah, rumah yang tidak perlu dibeli, (kami) bangunlah rusun yang sudah seperti apartemen agar tanah hemat. (Rusun) bergaya apartemen (yang) disubsidi," kata Ahok.

"Anggap saja ini (rusunawa) sebagai inkubator buat orang yang belum punya rumah. Nanti dia kalau udah punya duit, dia pindah (dan diberikan) buat orang lain (yang butuh rusun)," imbuh Ahok.


(REN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA