Lewati Rp14.000/USD, Rupiah Sudah Undervalue

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 27 Aug 2015 08:28 WIB
rupiah melemah
Lewati Rp14.000/USD, Rupiah Sudah <i>Undervalue</i>
Ilustrasi rupiah -- FOTO: Reuters/Darren

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah yang sudah menyentuh level Rp14.000 per USD dinilai sudah terlalu lemah. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) akan selalu menjaga pergerakan rupiah sesuai dengan fundamentalnya.

"Inilah yang saya katakan bahwa ini (nilai tukar) sudah undervalue. Kita sudah terlalu lemah," ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Zulverdi dalam sebuah diskusi di Semanggi, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015) malam.

Dirinya menambahkan, pelemahan yang dialami oleh rupiah memang disebabkan oleh sentimen eksternal yang terlalu kuat. Bahkan, hal tersebut juga mendorong perilaku investor dan pelaku pasar dalam negeri.

"Ini karena confidence di luar itu sentimennya luar biasa. Kemudian investor, juga pelaku pasar domestik yang ikutan kalau Malaysia turun sekian persen, Tiongkok turun sekian persen nilai tukarnya, maka kita harus turun sekian," tutur dia.

Padahal, masih menurut Dody, secara fundamental nilai tukar rupiah seharusnya sesuai dengan transaksi berjalan dan inflasi yang ada. Bahkan BI sudah bisa mengendalikan transaksi berjalan sejak 2013 dan telah menunjukan hasil yang signifikan.

"Sebagai contoh, transaksi berjalan triwulan II tahun ini defisitnya dibanding PDB itu 2,1 persen. Ini turun sangat signifikan karena triwulan II tahun sebelumnya 4,6 persen. Jadi itu 2,5 persen turunnya, padahal tahun lalu masih tiga persen. Ini sangat signifikan, karena artinya demand valas kita juga berkurang. Dengan gambaran tadi yang membaik, pada saat yang sama inflasi juga sudah turun," pungkasnya.


(AHL)