Dari Sejarawan Hingga Musisi Kritik Ahok

K. Yudha Wirakusuma    •    Kamis, 27 Aug 2015 11:37 WIB
ahok
Dari Sejarawan Hingga Musisi Kritik Ahok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)--MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama sering mengundang kritik. Langkah Ahok merelokasi permukiman warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, tidak sepi dari kritik. Dalam akun twitter pribadinya, sejarawan J.J Rizal menyebut pembangunan rumah susun atau rusunawa selalu menjadi alasan bagi Ahok agar terlihat manusiawi. Padahal warga Kampung Pulo harus kehilangan tanah dan kampung halaman.

"Rusunawa selalu jadi alasan bahwa Ahok manusiawi, tapi apa manusiawi dari punya tanah dan rumah sendiri jadi ngontrak lima tahun doang dan perpanjang," ungkap Rizal lewat akun twitternya, @JJRizal, Kamis 20 Agustus lalu.

Rizal menjelaskan, sebanyak 1,7 hektare dari 2,8 hektare lahan di Kampung Pulo memiliki sertifikat. Ia tak sependapat dengan Ahok yang menganggap warga Kampung Pulo sebagai penghuni liar. Rizal menilai Ahok terlalu ngotot merelokasi Kampung Pulo. Dan kemudian tutup mata terhadap kasus lingkungan lainnya yang juga perlu diperhatikan seperti reklamasi kawasan Pluit.

"Mengapa Ahok tutup mata perusakan lingkungan juga larangan KLH (Kementerian Lingkungan Hidup) soal reklamasi Pluit yang akan jadi bencana ekologi Jakarta, tapi melotot soal Kampung Pulo," tegas pendiri Komunitas Bambu itu.

Kritikan ini kemudian dijawab Ahok. Dia menyuruh JJ Rizal berguru langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum yang telah memetakan kawasan resapan di DKI Jakarta. Bahkan Ahok mengungkapkan kalimat cukup pedas dengan mengatakan JJ Rizal tak mengerti dengan soal tata ruang di Jakarta. Ahok juga meminta JJ Rizal menemui para pakar di Kemen PU yang bisa menjawab tudingannya bahwa kawasan Jakarta Utara, terutama Pluit yang kebetulan kediaman pribadi Ahok.

"Ada profesor-profesor. Ya kan. Jadi utara itu, bukan resapan. Makanya saya bilang dia itu goblok. Kalau mau pintar, belajar dengan profesor. Kalau ama gua dia ngotot, orang sejarawan enggak ngerti ilmu, sok ilmu banjir. Apa yang mau didebatin. Dari awal startnya sudah goblok, apa yang mau didebatin," terang Ahok.

Tak sampai di situ, penggusuran yang diwarnai bentrokan warga dan aparat keamanan ini juga sampai di Komnas HAM. Lembaga Bantuan Hukum Jakarta menuding Ahok telah melakukan pelanggaran HAM. Ahok dianggap berlebihan karena menurunkan aparat dengan jumlah dan persenjataan yang tidak sewajarnya saat menggusur warga Kampung Pulo, Jakarta Timur.  

Bukan Ahok kalau tak langsung mengomentari laporan tersebut. Orang nomor satu di Jakarta ini mengaku pernah dilaporkan hingga ke tingkat Perserikatan Bangsa-bangsa.

"Kalau soal pelanggaran HAM, saya (juga) pernah dilaporkan ke PBB kok, waktu (penggusuran ke Marunda, Jakarta Utara). Sudah pernah dilaporkan ke PBB, saya datang. Ibu-ibu dari Brasil dari bagian HAM-nya PBB. Saya datang. Saya jelaskan sama dia, melanggar HAM di mana? Masih ada video Youtube-nya kok," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu 26 Agustus malam.

Ahok mengaku menjelaskan secara detil tentang apa yang sebenarnya terjadi di lapangan dengan sejumlah bukti pendukung lainnya. Dia menyampaikan lugas argumennya dan bagian HAM PBB, kata Ahok, hanya bisa terdiam seribu bahasa.

Pada 24 Agustus lalu, giliran pentolan band Dewa Ahmad Dhani mengkritik Ahok melalui akun twitternya. Dia meminta Ahok menghubunginya lantaran kemacatan parah di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.   

"Hok...Lu kalo ga bisa ngatasin kemacetan Tol TB Simatupang...Telp Gw...Gw Tunggu @basuki_btp," cuit Dhani.
 
Ahok kemudian menjawab kritikan tersebut dengan santai. Ahok siap pasang badan untuk dimaki-maki lantaran kemacetan di Ibu Kota belum bisa diselesaikan dalam beberapa waktu ke depan. Sebab, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah membangun infrastruktur agar bisa menekan kemacetan.

"Saya tidak mau kerjanya sepotong-potong. Sebanyak 16 tol dalam kota, tiga koridor layang TransJakarta, semua saya timpa sekaligus. Macet-macet sekalian deh. Yang penting nanti ada satu jalur busway yang steril," terang Ahok.

Satu hal yang harus diketahui banyak publik, termasuk Ahmad Dhani, kata Ahok, adalah volume kendaraan bermotor yang selalu meningkat setiap tahun. Pertumbuhan kendaraan nyaris tak terbendung, tidak sebanding dengan pertambahan ruas jalan yang tersedia.


(YDH)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA