Reklamasi Jakarta Utara, Ahok Salahkan Ali Sadikin

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 27 Aug 2015 11:44 WIB
ahokbasuki tjahaja purnama
Reklamasi Jakarta Utara, Ahok Salahkan Ali Sadikin
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto:MI/Arya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama tidak mau disalahkan terkait reklamasi pantai Jakarta Utara. Ahok menuding almarhum Gubernur DKI Ali Sadikin yang memberikan izin kepada Endang Wijaya alias Yap Eng Kui alias A Tjai yang dipercaya sebagai kontraktor tunggal oleh Badan Pelaksana Otorita (BPO) Pluit sejak 1971 sebagai biangnya.
 
"Kalau saya mau berdebat sama mereka (pengamat) capek. Siapa yang kasih Endang Widjaja (era 70-an) mereklamasi tambak-tambak ikan di Jakarta Utara? Ali Sadikin tuh yang kasih," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015) malam.
 
Ahok mengaku heran dengan penilaian pengamat terkait kawasan resapan. Ketika Ali Sadikin memberikan izin pembangunan di kawasan resapan tersebut tidak ada yang bersuara keras. Seperti halnya pembangunan kawasan Wisata Ancol. "Ancol dulu apa kamu kira Itu rawa-rawa. Enggak ada pantai itu di Ancol. Mereka isi pasir. Itu pantai buatan," ujarnya.
 
Begitupun dengan pembangunan jalan layang menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. "Sekarang saya jelasin yang lebih jelas dan lebih nyata. Dulu tol ke bandara banjir kan? Lalu pemerintah buat jalan layang ke bandara. Iya enggak? Itu tebang bakau dulu enggak? Tebang semua bakaunya. Kenapa kita lakukan? Manfaat dan mudharat lebih banyak mana?" katanya..
 
Pengamat Perkotaan Marco Kusumawijaya menuding praktik Ahok untuk menyelamatkan Jakarta dari banjir dengan membangun beton di sepanjang sisi Kali Ciliwung dianggap tidak efektif. Menurut Marco, masalah yang dihadapi sat ini adalah menurunnya permukaan tanah atau abrasi.
 
Ahok merasa diperlakukan standar ganda dalam berbagai tindakan yang ia lakukan di Ibu Kota. Ahok menuding pengamat hanya berani mengkritik dirinya, sementara selalu memuji mantan Gubernur Ali Sadikin dalam kasus yang nyaris sama.
 


(FZN)