Harga Naik, Permintaan Barang Elektronik Turun 20%

Pythag Kurniati    •    Kamis, 27 Aug 2015 12:00 WIB
rupiah melemah
Harga Naik, Permintaan Barang Elektronik Turun 20%
Pengunjung tengah melihat barang elektronik. FOTO: MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Surakarta: Melemahnya rupiah juga berdampak pada lesunya bisnis barang elektronik. Rata-rata, harga barang elektronik mengalami kenaikan tiga hingga delapan persen.

"Untuk (harga) barang elektronik rata-rata naik 3-8 persen. Sebagai contoh barang yang mengalami kenaikan itu audio, video seperti LED, TV, lemari es, AC, mesin cuci, hampir semua sektor," ungkap General Manager Candi Elektronik, Doddy, kepada Metrotvnews.com, di Kantor Candi Elektronik yang terletak di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, seperti diberitakan Kamis (27/8/2015).

Sedangkan harga barang elektronik seperti seterika dan magic jar cenderung stabil. Kenaikan harga tersebut, menurutnya, membuat permintaan masyarakat terhadap barang elektronik juga menurun. "Baik retail maupun grosirnya mengalami penurunan hingga 20 persen. Mungkin masyarakat masih was-was dengan melemahnya rupiah ini," imbuhnya.

Angka 20 persen itu, tutur dia, karena segenap tim di tokonya terus berjuang dengan melakukan promosi secara berkelanjutan.

"Kita menggandeng semua vendor dan supplier untuk melakukan promo. Kita sendiri pun melakukan promo-promo baik di dalam maupun luar toko untuk menarik masyarakat. Jika tidak, mungkin angka penurunan permintaannya bukan 20 persen tapi bisa lebih," bebernya.

Sedangkan salah seorang penjual alat elektronik lainnya, Dita, mengatakan beberapa barang seperti PC dan monitor mengalami kenaikan harga sekitar satu minggu belakangan ini. "Per unit bisa naik Rp200 ribu hingga Rp300 ribu untuk PC dan monitor," pungkasnya.

Sekadar informasi, kenaikan beberapa harga barang elektronik di beberapa daerah ini dikarenakan rupiah masih "nyaman" berada di level Rp14.000 terhadap Amerika Serikat (AS) hingga hari ini. Naiknya beberapa harga tentu saja memberikan imbas lesunya bisnis-bisnis tertentu.


(AHL)