KPA Minta Tanah Sengketa Warga vs Brimob di Jombang Diperjelas

Nurul Hidayat    •    Kamis, 27 Aug 2015 13:49 WIB
sengketa tanah
KPA Minta Tanah Sengketa Warga vs Brimob di Jombang Diperjelas
Pelang papan di lahan bersengketa di Kedunggalih, Metrotvnews.com/ Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jombang: Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) angkat bicara soal lahan yang menjadi sengketa di Dusun Kedunggalih, Kecamatan Bareng, Jombang, Jawa Timur (Jatim). Lahan itu diperebutkan warga Dusun Kedunggalih dan satuan Brimob Polda Jatim.

Koordinator KPA wilayah Jatim, Ubed Anom, mengatakan, tanah itu merupakan bekas kebun karet di zaman penjajahan Belanda. Lahannya seluas 29,8 hektare.

"Warga mempunyai bukti hak penguasaan tanah, yakni SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), yang berdasarkan pada SK Menteri Agraria tahun 1964," kata Ubed di Jombang, Kamis (27/8/2015).

Namun, pada 1974, kepala desa setempat meminta paksa bukti itu dengan maksud mereboisasi lahan. Kepala desa juga mengancam bila warga tak menyerahkannya akan dicap sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ubed menduga mafia tanah berada di belakang perampasan tanah. Ia mengaku, juga mendapat beberapa nama pensiunan jenderal ABRI era Orde Baru terlibat dalam perampasan tanah bekas lahan karet tersebut.

"Oleh sebab itu sudah saatnya pihak pemangku kebijakan untuk melakukan upaya mediasi dalam mekanisme penyelesaian konflik dan sengketa, termasuk tanah yang sudah dikuasai warga Dusun Kedunggalih, selama berpuluh-puluh tahun dan sebagian besar sudah berupa permukiman serta lahan pertanian, sesuai dengan Undang-undang Pokok Agraria No. 05 tahun 1960," pinta Ubed.

Ubed juga meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menjelaskan status tanah tersebut.

Warga Dusun Kedunggalih mengaku memiliki hak atas tanah itu sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Mereka juga menanami tebu di lahan tersebut.

Tapi, Satuan Brimob Polda Jatim juga mengklaim lahan itu sebagai tempat latihan perang. Bahkan di bagian depan, pelang berwarna merah menegaskan kepemilikan lahan.

 


(RRN)