BKPM Apresiasi Investor Serap Tenaga Kerja Lokal

Arif Wicaksono    •    Kamis, 27 Aug 2015 14:36 WIB
bkpm
BKPM Apresiasi Investor Serap Tenaga Kerja Lokal
Kepala BKPM Franky Sibarani. MI/Panca

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani memberikan apresiasi kepada investor yang saat ini sedang melaksanakan konstruksi, dan menyerap tenaga kerja langsung dari masyarakat sekitar lokasi proyek investasi. 

Menurut Franky, hal tersebut menunjukkan bahwa proyek investasi yang sedang berlangsung memberi manfaat kepada masyarakat, selain memberikan sinyal positif terhadap prospek perekonomian Indonesia di masa mendatang. 

 “BKPM berkomitmen untuk menjadikan investasi yang berjalan di Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Manfaat secara langsung yang diharapkan muncul, tentu saja, adalah penyerapan tenaga kerja dari kalangan masyarakat sekitar lokasi proyek. Selain memberikan multiplier effect bergeraknya ekonomi sebagai akibat keberadaan proyek investasi tersebut,” ujar Franky dalam keterangan resminya, Kamis (27/8/2015).

Salah satu proyek yang diapresiasi Kepala BKPM karena menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat adalah PT Semen Holcim yang baru saja meresmikan pabriknya di Tuban, Senin 24 Agustus kemarin. 

Menurut data yang diterima BKPM, jumlah tenaga kerja yang diserap oleh proyek investasi tersebut, pada masa konstruksi ini sebanyak 4.000 orang dengan 2.000 orang di antaranya berasal dari desa-desa sekitar pabrik. Sementara 2.000 tenaga kerja lainnya merupakan tenaga kerja lokal di luar Tuban, tanpa menggunakan tenaga kerja asing. 

Sementara itu, jumlah karyawan operasional dengan total 313 orang, dan 100 orang berasal dari Tuban serta 70 persen karyawan kontrak berasal dari desa sekitar pabrik. 

“Menyimak perkembangan realisasi proyek investasi semen ini, pemerintah selalu berupaya untuk selalu menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk peningkatan investasi sehingga dapat lebih mendorong peningkatan perekonomian daerah termasuk penyerapan tenaga kerja lokal baik pada masa kontruksi maupun operasional,” kata Franky.



(SAW)