Diperiksa Bareskrim, Sarpin Tegaskan Enggan Berdamai dengan Komisioner KY

Githa Farahdina    •    Kamis, 27 Aug 2015 16:13 WIB
sarpin effect
Diperiksa Bareskrim, Sarpin Tegaskan Enggan Berdamai dengan Komisioner KY
Sarpin Rizaldi di Bareskrim, Kamis (27/8/2015). Foto: Githa Farahdina/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Sarpin Rizaldy, diperiksa Badan Reserse Kriminal Polri. Dia dimintai keterangan terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkannya.  

Kepada wartawan, Sarpin menerangkan, dirinya akan memberikan keterangan tambahan. "Ada beberapa pertanyaan tambahan dari penyidik. Memenuhi permintaan kaitannya dengan petunjuk dari JPU dalam P19, mungkin ada lima atau enam dari satu kasus, jadi dua-duanya sudah selesai," terang Sarpin ketika keluar dari Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2015).

Sayangnya, Sarpin enggan menyebutkan detail pertanyaan. Menurut dia, penyidiklah yang paling pantas membeberkan. Dalam kesempatan itu, Sarpin juga menyerahkan beberapa dokumen.

"Kasih bukti. Tapi enggak perlu saya jelaskan sekarang," tegasnya.

Sementara, terkait pengajuan damai, Sarpin tampak tak terlalu antusias. Dia sudah memberi kesempatan damai sejak jauh hari melalui somasi. Namun, dua Komisioner Komisi Yudisial, Suparman Marzuki dan Taufiqurrohman Syahuri, tak kunjung meminta maaf. Karena itu, kata Sarpin, dirinya melaporkan keduanya ke Bareskrim. 

"Ketika itu tidak dilakukan, saya buat laporan. Jadi jangan pikir saya ini orang yang tidak pemaaf. Kita sudah memberikan kesempatan dan waktunya sudah diberikan satu minggu untuk minta maaf. Ternyata tidak," ujarnya.

Jika kini dua Komisioner KY ingin meminta maaf, Sarpin menilai, sudah terlambat. Ia juga tak mau membuka peluang untuk mencabut laporan. "Tidak," tegasnya.

Sebelumnya, dua Komisioner KY, Suparman Marzuki dan Taufiqurrohman ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik dan fitnah. Keduanya harus berurusan dengan polisi karena dilaporkan Hakim Sarpin Rizaldi.  
Hakim tunggal sidang praperadilan Komjen Budi Gunawan itu melaporkan Ketua KY Suparman Marzuki dan komisoner KY Taufiqurrohman Syahuri ke Bareskrim Mabes Polri dengan No Pol: LP/335/III/2015/Bareskrim tertanggal 18 Maret 2015. Sarpin melaporkan keduanya dengan Pasal 310 dan 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah. 

Laporan dilakukan menyusul munculnya sejumlah kecaman setelah Sarpin memutuskan memenangkan gugatan praperadilan Komjen Budi Gunawan. 


(KRI)