Rusun Cipinang tak Terawat, Pemprov DKI: Bukan Tanggung Jawab Kami

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 27 Aug 2015 18:25 WIB
sodetan kali ciliwung
 Rusun Cipinang tak Terawat, Pemprov DKI: Bukan Tanggung Jawab Kami
Rumah Susun Cipinang Besar Selatan, Kamis 27 Agustus 2015. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lepas tangan soal kondisi Rumah Susun Cipinang Besar Selatan (Cibesel). Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Lestari Aji mengatakan, rumah susun tersebut merupakan tanggung jawab kontraktor.

"Sebenarnya Cibesel kemarin sudah dibersihkan. Tapi, sekarang masih tanggung jawab pihak ketiga atau kontraktor," kata Ika kepada Metrotvnews.com di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis sore (27/8/2015).

Ika menambahkan, pemerintah belum memutuskan blok mana di rumah susun tersebut yang akan ditempati warga Bukit Duri, korban penggusuran. "Masih kami rapatkan. Belum ada keputusan sampai sekarang," ujar Ika.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Heru Budi Hartono juga mengungkapkan Rumah Susun Cibesel masih tanggung jawab kontraktor. Namun, dia meminta pihak kelurahan setempat membantu membersihkan rusun.

"Ini tugas kontraktor sebenarnya yang bersihkan. Kelurahan setempat juga harus ikut membantu," kata Heru.

(Klik: Tak Terawat, Rusun Cipinang Dihuni Burung)

Pantauan Metrotvnews.com hari ini, dari luar kondisi bangunan nampak kokoh. Namun, saat masuk kondisi unit rumah susuan sangat berbeda. Debu dan pasir menutupi lantai keramik gedung yang selesai dibangun tahun lalu ini.

Di blok E ada 100 unit rumah susun. Unit rumah susun dibiarkan tidak terkunci, jendela banyak yang terbuka. Hal ini menjadi penyebab banyak debu dan kotoran di unit rumah susun.

Keran di kamar mandi banyak yang hilang. Kusen pintu banyak yang sudah hancur. Karena tidak berpenghuni, unit Rumah Susun Cipinang dimanfaatkan burung. Burung membuat sarang di sela-sela pipa air, di langit-langit, dan di toilet.


(TRK)