Pengembangan Vaksin Hepatitis B di Indonesia Hampir Capai Tahap Akhir

   •    Kamis, 27 Aug 2015 20:03 WIB
hepatitis a
Pengembangan Vaksin Hepatitis B di Indonesia Hampir Capai Tahap Akhir
Ilustrasi Hepatitis B (Foto: healthcare-online.org)

Metrotvnews.com, Jakarta: Forum Riset Vaksin Nasional 2015 (FRVN), Kamis (27/08/2015) mencapai puncak akhir. Para kelompok peneliti yang bergabung dalam konsorsium dan working group (WG) memaparkan progres dan hasil penelitian terbaru sejak dibentuk 2011 silam.

Konsorsium Hepatitis B yang merupakan salah satu pengembangan riset dalam FRVN mengaku sudah hampir mencapai akhir dan menargetkan tiga tahun ke depan sudah melewati preclinical dan clinical trial.

"Riset vaksinnya sudah sampai terbukti, cuma kita tinggal uji di animalnya saja," ujar peneliti utama PT Bio Farma, Neny Nuraeni saat ditemui tim Metrotvnews.com.

Konsorsium Hepatitis B, yang merupakan kolaborasi dari Bio Farma, Universitas Al-Azhar, ITB, Eijkman dan BPPT,  sudah mampu membuat prototype vaksin Hepatitis B generasi ke-2, berdasarkan antigen small HBsAG.

Menurut Neny, konsorsiumnya tidak hanya mengembangkan vaksin untuk pencegahan namun juga sedang menjalankan penelitian untuk vaksin terapi.

"Orang yang sudah menderita Hepatitis B masih bisa terapi pakai vaksin. Dan ini nanti yang sedang kita desain," tambahnya.

Hampir sekitar 20 persen penduduk Indonesia, lanjut Neny, mengidap penyakit Hepatitis B. Gejalanya memang tidak nampak, namun penyakit jenis ini secara perlahan-lahan akan menyebabkan kanker hati untuk pengidapnya.

"Vaksin Hepatitis B memang sudah masuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sayangnya itu masih beli di luar negeri. Makanya kita ingin mandiri dengan buat vaksin sendiri," kata Neny.

Selain itu, Neny juga menjelaskan terkait rencana riset dan pengembangan ke depan konsorsiumnya, yaitu akan mengembangkan L HBsAG untuk vaksin Hep.B generasi ketiga dan melakukan pengembangan vaksin Hep. B terapeutik yang akan diajukan di Insinas.

Forum Riset Vaksin Nasional yang digelar selama dua hari berturut-turut di Harris Hotel and Conventions Kelapa Gading, Jakarta, tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 350 peneliti bidang life-science dari seluruh Indonesia.

Simposim ke-5 FRVN ini ditutup langsung oleh Direktur Utama PT. Bio Farma (Persero), Iskandar, dengan harapan hasil penelitian konsorsium dan WG bisa segera selesai dalam waktu cepat agar masyarakat Indonesia bisa mendapatkan obat dengan harga yang lebih terjangkau. (ADV/ Sumarni)


(AWP)