Ajudan Fuad Amin Divonis Dua Tahun Penjara

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 27 Aug 2015 20:55 WIB
suap
Ajudan Fuad Amin Divonis Dua Tahun Penjara
Terpidana Abdur Rouf saat sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (27/8/) -- MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Abdur Rouf, ajudan sekaligus adik ipar mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron dijatuhi vonis dua tahun penjara. Direktur PT Windika Cahaya Persada ini terbukti bersalah menjadi perantara penerimaan duit suap Rp1,9 miliar ke Fuad Amin.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Abdur Rouf terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan berkelanjutan seperti dakwaan primer. Menjatuhkan, pidana penjara dua tahun dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan," kata Hakim Ketua Much. Muhlis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2015).

Tidak memiliki keinginan untuk menolak perintah Fuad menjadi hal yang memberatkan Abdur. Sementara yang meringankan hukuman, Abdur dinilai berlaku sopan selama persidangan dan kooperatif; memiliki tanggungan keluarga; serta hanya mengikuti apa yang diperintahkan Fuad Amin.

Menanggapi putusan hakim, Abdur belum bisa berbicara banyak. Dia belum bisa memutuskan apakah akan mengajukan banding atau tidak. Dia pun diberikan waktu tujuh hari untuk menyatakan sikap.

"Masih pikir-pikir," ucap Abdur usai pembacaan putusan.

Abdur Rouf sebelumnya didakwa Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi perantara penerimaan uang suap Fuad Amin dari PT Media Karya Sentosa. Dia disebut menerima uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp1,9 miliar dari Rp18,05 miliar yang diterima Fuad Amin.

Menurut JPU, uang sebesar Rp18,05 miliar yang diterima Abdur Rouf merupakan pemberian dari Presiden Direktur PT MKS Sardjono, Direktur HRD PT MKS Antonius Bambang Djatmiko,  Managing Direktur PT MKS Sunaryo Suhadi, serta Direktur Teknik PT MKS Achmad Harijanto dan diterima melalui Sudarmono. Uang itu diberikan saat Fuad Amin masih menjabat bupati Bangkalan.

Suap dilancarkan untuk mengarahkan tercapainya perjanjian konsorsium dan perjanjian kerjasama antara PT MKS dan PD Sumber Daya. Selain itu hal itu ditujukan agar Fuad mendukung PT MKS kepada Kodeco Energy Co Ltd terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.

Fuad Amin pernah mengenalkan Abdur Rouf kepada Antonius Bambang Djatmiko di kediaman Fuad di Jalan Cipinang Cempedak 2 Nomor 25 A, Cipinang, Jakarta Timur pada Februari. Saat itu, Fuad Amin menjelaskan kepada Antonius kalau Abdur Rouf bisa menerima uang yang akan diberikan sesuai dengan kesepakatan.

Melalui Abdur Rouf, uang Rp1,9 miliar diterima Fuad Amin tiga kali. Pertama dilakukan pada tanggal 1 September 2014 di Carrefour Jalan MT Haryono, Jakarta Timur. Abdur Rouf didampingi penjaga rumah Fuad Amin yakni Imron bertemu dengan ajudan Antonius, Sudarmono yang menyerahkan uang sebesar Rp600 juta dalam tas.

Setelah menerima uang, Rouf bergegas menyetorkan uang tersebut ke kantor Bank BCA yang berletak di Otto Iskandar Dinata. Uang disetorkan ke dua rekening, pertama atas nama Siti Masnuri, istri Fuad Amin sebesar Rp 300 juta lalu ke rekening Fuad Amin sebesar Rp 300 juta.

Penerimaan kedua terjadi pada 30 Oktober 2014. Fuad Amin sudah mengkonfirmasi ke Antonius sehari sebelumnya kalau penyerahan uang melalui Abdur Rouf. Setelah itu, Abdur Rouf mengkonfirmasi Antonius melalui pesan singkat untuk menentukan tempat pertemuan.

Keduanya bersepakat penyerahan dilakukan di rumah Fuad Amin di Cipinang Cempedak. Setelah diterima, Abdur Rouf kembali menyetorkan uang tersebut ke Bank Mandiri cabang Tendean Jakarta Selatan atas nama Muhamad Yusuf.

Sementara untuk penerimaan uang terakhir terjadi pada 1 Desember 2014 di gedung AKA Jalan Bangka Raya Nomor 2, Pela, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Abdur Rouf menerima uang sebesar Rp 700 juta melalui Sudarmo.

Kemudian Abdur Rouf menghubungi Fuad Amin untuk mengatakan kalau uang sudah diterima. Fuad pun memerintahkan Abdur Rouf untuk menyerahkannya ke Taufiq Hidayat. Belum sempat diserahkan, Abdur Rouf lebih dulu diamankan tim KPK.


(SUR)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

15 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA