Penaikan Harga BBM Bisa Dimaafkan jika tidak Ada Korupsi

   •    Sabtu, 22 Jun 2013 12:41 WIB
 Penaikan Harga BBM Bisa Dimaafkan jika tidak Ada Korupsi
Ilustrasi--Dok.MI/bb

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan, penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi merupakan suatu keharusan untuk menekan defisit.

Seperti diketahui, mulai Sabtu (22/6), pukul 00.00 WIB, harga BBM bersubsidi resmi naik. BBM jenis premium dipatok dengan harga baru sebesar Rp 6.500/liter sementara solar Rp5.500/liter.

"Ini karena sudah tidak ada pilihan lain. Tidak benar kalau penaikan BBM untuk macam-macam. Penaikan ini untuk mencegah defisit kita menggelembung agar tidak mencapai 3%," kata Faisal dalam acara diskusi bertema “BBM Naik, Siapa Tercekik” di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (22/6).

Faisal menambahkan, sebenarnya penaikan harga BBM subsidi bisa dimaklumi masyarakat apabila para pejabat ini tidak melakukan korupsi.

Dia mencontohkan, di Brasil, negara yang saat ini tengah dilanda gelombang demonstrasi besar-besaran karena pimpinan negaranya banyak yang korupsi tanpa memikirkan rakyat kecil.

"Kita lihat di Brasil, ada demo warga karena kenaikan harga (BBM) dan harga tarif angkutan umum. Lebih banyak korupsi dan negaranya lebih menganggarkan dananya untuk sepak bola," tukasnya.

Faisal menjelaskan, Indonesia tidak akan mengalami perubahan apa pun dengan penaikan harga BBM jika pola dan kebiasaan buruk pejabat tetap diulangi.

"Tidak berbeda jauh di sini. Bisa saja BBM dinaikkan dua kali lipat kalau enggak ada korupsi, tidak ada pejabat yang jalan-jalan terus, dan menghamburkan uang," tukasnya.

Faisal juga mengatakan, penaikan harga BBM subsidi juga disebabkan oleh ulah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak bisa menjaga momentum penaikan harga yang pernah terjadi.

"Yang membuat semakin ribet ini Pak SBY, dia menurunkan tiga kali harga BBM subsidi," ungkap Faisal.

Ia mengingatkan kembali, pada tahun 2008 harga BBM sudah pernah mencapai Rp 6.000/liter, namun pada Januari 2009, harga turun dua kali menjadi Rp5.500/liter dan Rp4.500/liter.

Menurut Faisal, sosok SBY adalah spesialis mengumumkan penurunan harga, tanpa pernah mengumumkan penaikan harga BBM subsidi. "Pak SBY itu spesialis mengumumkan kalau harga BBM subsidi turun,” tegasnya.


Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA