Incar Dana Rp5,3 Triliun, Antam Right Issue 59,7% Saham

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 28 Aug 2015 12:44 WIB
antam
Incar Dana Rp5,3 Triliun, Antam <i>Right Issue</i> 59,7% Saham
Ilustrasi -- FOTO: Antara/ANDIKA WAHYU

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) berencana menerbitkan 14,11 miliar lembar saham biasa melalui mekanisme rights issue dengan nilai nominal Rp100 per saham atau sebanyak-banyaknya 59,7 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum terbatas (PUT) I.

Mengutip prospektus perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/8/2015), sebanyak 14,11 miliar saham ditawarkan dengan harga Rp371-Rp535 per saham. Artinya perseroan bisa meraup dana segar sebesar Rp5,3 triliun.‎ PUT I akan dilakukan dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Setiap pemegang 25 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 20 Oktober 2015 pukul 16.00 WIB, berhak memperoleh hak 26-37 HMETD, di mana satu HMETD dapat digunakan untuk membeli satu saham baru. Harga pelaksanaan saham baru Rp371-Rp535 per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan formulir pemesanan dan pembelian saham.

Pemerintah sebagai pemegang saham utama perseroan akan melaksanakan haknya sesuai dengan porsi kepemilikan dalam PUT I ini sebagaimana diatur dalam undang-undang (UU) RI No.27 Tahun 2014 yang direvisi melalui UU RI No.3 Tahun 2015, di mana pelaksanaannya akan ditentukan melalui peraturan pemerintah.

Langkah right issue ini akan efektif, setelah perseroan meminta persetujuan rights issue dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 7 Oktober 2015.

Jika saham baru ini tidak seluruhnya diambil pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham baru yang belum dilaksanakan, maka seluruh sisa saham baru yang tersisa tidak akan dikeluarkan dari portepel saham perseroan. Perseroan akan mencatatkan seluruh saham yang dikeluarkan dari portepel dalam PUT I ini pada BEI.

Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue akan terdilusi kepemilikannya hingga 59,7 persen. Kepemilikan saham terdiri dari Pemerintah Republik Indonesia 65 persen dan publik 35 persen.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari hasil right issue setelah dikurangi dengan seluruh biaya, akan digunakan sebanyak 99,99 persen untuk penyelesaian proyek pengembangan pabril feronikel di Halmahera Timur, yang mencakup pembangunan fasilitas pengolahan dan pemukiman serta infrastruktur pendukung. Sisanya 0,01 persen akan digunakan working capital atau investasi pengembangan lainnya guna meningkatkan kapasitas usaha.

Adapun tanggal penyertaan pendaftaran penawaran HMETD menjadi efektif 6 Oktober 2015, tanggal RUPSLB 7 Oktober 2015, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (Cum-Right) pasar reguler dan negosiasi pada 15 Oktober 2015. Kemudian pasar tunai 20 Oktober 2015, tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD (Ex-Right) pasar reguler dan negosiasi pada 16 Oktober 2015, pasar tunai 21 Oktober 2015, tanggal pencatatan untuk memperoleh HMETD pada 20 Oktober 2015, serta tanggal distribusi HMETD pada 21 Oktober 2015.

Selain itu, tanggal pencatatan efek di bursa akan dilakukan pada 22 Oktober 2015, tanggal penjatahan pada 2 November 2015, dan tanggal pengembalian kelebihan uang pesanan yang tidak terpenuhi pada 4 November 2015.


(AHL)