Ahok Diminta Tak Menyebar Isu Sara

Wanda Indana    •    Jumat, 28 Aug 2015 16:14 WIB
penggusuran kampung pulo
Ahok Diminta Tak Menyebar Isu Sara
Massa Lawan Ahok melakukan aksi unjuk rasa di depan rumah Dinas Gubernur DKI. (Foto: MTVN/ Wanda)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratusan massa dari Gerakan #LawanAhok mendesak Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama meminta maaf kepada publik Ibu Kota lantaran menggusur warga Kampung Pulo dengan cara kekerasan. Massa juga meminta Ahok untuk memperbaiki sikapnya yang tak santun dan tidak menyebarkan isu sara.
 
"Meminta Ahok untuk membuat pernyataan maaf secara terbuka kepada masyarakat Jakarta," kata ketua Gerakan Lawan Ahok Tegar Putuhena di depan rumah dinas Gubenur DKI, Jalan Syamsu Rizal, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2015).
 
Tegar mengatakan, pihaknya juga meminta mantan Bupati Belitung Timur itu tidak melakukan provokasi di media massa dengan menuding para pengkritik kebijakannya. Sebab, hal itu dapat menimbulkan kegaduhan dan kebencihan. Lagipula, gerakan #LawanAhok mendukung penuh normalisasi sungai Ciliwung dengan menertibkan warga di bantaran kali. Hanya saja, Ahok mengandalkan cara kekerasan dengan mengerakan aparat keamanan dalam penggusuran warga Kampung Pulo bebrapa waktu lalu.
 
"Ahok jangan setiap hari melakukan provokasi di media massa, membesar-besarkan isu sara yang bisa menyulut kebencian yang tidak kita inginkan bersama," tegasnya.
 
Gerakan lawan Ahok terdiri dari beberapa ormas, di antaranya Gerakan Kamsia Ahok, PPMI '98, Humanika, Permuda Gerindra, GPII Aktivis PB HMI, Tokoh Muda Aktivis HMI se-Jakarta, KAHMI Forever, Hajar Ahok, InDemo, Forum Rakyat, Gemuis Betawi, IKA Jayabaya, BEM Azzahra, dan Warga Otista.
 
Rencananya, aksi tersebut akan jadikan sebagai agenda resmi kelompok #LawanAhok. Bahkan, minggu depan, kelompok #LawanAhok akan kembali melakukan aksi serupa di rumah pribadi Ahok di Pantai Mutiara, Jakarta Utara.


(FZN)