BKPM Berharap Investasi Korsel di Padat Karya Meningkat

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 28 Aug 2015 18:10 WIB
investasi
BKPM Berharap Investasi Korsel di Padat Karya Meningkat
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengharapkan kontribusi investasi Korea Selatan (Korsel) di industri padat karya, khususnya sektor tekstil dan industri alas kaki semakin besar di masa-masa mendatang.

Franky merujuk kepada data realisasi investasi semester I-2015 di mana pada kedua sektor tersebut Korsel menjadi investor asing terbesar. BKPM mencatat sepanjang semester I-2015 terdapat 310 proyek investasi Korsel yang menyerap 35 ribu tenaga kerja dengan nilai investasi Rp2,01 triliun. 

Dari keseluruhan proyek tersebut, lanjutnya, terdapat 158 proyek investasi Korsel di sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan menyerap 27 ribu tenaga kerja langsung dengan nilai investasi Rp805,46 miliar. Sementara untuk industri alas kaki, terdapat 54 proyek investasi dari Korsel yang menyerap 5.000 tenaga kerja langsung dengan nilai investasi Rp86,48 miliar.  

"Industri tekstil dan produk tekstil serta industri alas kaki merupakan dua sektor di industri padat karya yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Korsel menjadi negara dengan potensi yang tinggi pada kedua sektor tersebut, sehingga akan menjadi fokus pemasaran investasi BKPM," kata Franky, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (28/8/2015).

Franky menambahkan investor Korsel juga masuk dalam daftar 54 proyek investasi masa konstruksi yang sedang dipantau oleh BKPM. Perusahaan yang berlokasi di Wonogiri, Jawa Tengah tersebut, direncanakan memasuki tahap produksi komersial pada akhir tahun ini dan menyerap tenaga kerja 12.600 orang tenaga kerja langsung. 

"Perusahaan yang 100 persen produknya akan diekspor tersebut juga berpotensi untuk menyumbangkan ekspor sebesar USD10,5 juta setiap tahun. Selain itu, masih ada investor garmen Korsel yang masih mengalami hambatan terkait persoalan tata ruang di Batang, Jawa Tengah," jelas Franky.

Lebih lanjut Franky menjelaskan, beberapa investor Korsel di sektor padat karya sudah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada pertemuan tersebut mereka menyampaikan apresiasinya atas berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam menghadapi situasi ekonomi global yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.  

"Pada umumnya mereka juga memandang positif Indonesia sebagai salah satu negara tujuan investasi Korea Selatan," pungkas Franky.



(ABD)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA