Geledah Ruang Lino, Polisi Indikasikan TPPU dalam Pengadaan Mobile Crane

Thomas Harming Suwarta    •    Jumat, 28 Aug 2015 18:41 WIB
dwelling time
Geledah Ruang Lino, Polisi Indikasikan TPPU dalam Pengadaan <i>Mobile Crane</i>
Dirtipideksus Polri Brigjen Viktor Simanjuntak. (Foto: MTVN/ Farah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipid Eksus) Bareskrim Polri menggeledah ruang kerja Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino, Jumat siang. Penggeledahan yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso dan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Viktor Simanjuntak.

Menurut Viktor, pihaknya menemukan indikasi tindak pidana pencucian uang dalam pengadaan 10 unit mobile crane (alat bongkar muat pelabuhan) yang dibeli PT Pelindo II pada 2013 lalu. "Sementara kita duga kuat ada pencucian uang di sini, yang tentu saja kejahatan pokoknya ya terkait korupsi," ujar Viktor di lobi utama PT Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (28/8/2015).

Viktor menjelaskan, tim sedang mencari dokumen pendukung terkait proses pengadaan 10 unit Mobile crane itu. Sebab hingg kini, 10 alat tersebut mangkrak sejak dibeli dua tahun silam. "Kita ingin cari tahu. Kenapa barang sudah dibeli begitu mahal kira-kira Rp 45,6 Miliar lalu tidak dipakai. Kami dapat temuan karena memang alatnya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan," jelas Viktor.

Kabareskrim Komjen Budi Waseso mengatakan, pihaknya akan memanggil pihak yang diduga bertanggung jawab terhadap pengadaan tersebut. Termasuk, R.J. Lino selaku Direktur Utama PT Pelindo.

"Akan kita panggil yang bersangkutan. Sekarang kita geledah dulu untuk dapatkan dokumen-dokumen yang kita perlukan," tegas Budi.

Buwas, sapaan dia, menegaskan kasus itu masih berkaitan dengan persoalan dwelling time yang selama ini ditangani kepolisian. Sebab, kata Buwas, jika mobile crane yang diadakan pada 2013 itu bisa dipakai, proses bongkar muat barang di pelabuhan akan lebih cepat.

"Sangkutnya ke situ. Walaupun ini kasus tindak pidana yang berdiri sendiri," tukas Buwas.


(TII)