Harga Minyak Anjlok, Pertamina Tetap Rugi Jual Premium

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 28 Aug 2015 19:19 WIB
pertamina
Harga Minyak Anjlok, Pertamina Tetap Rugi Jual Premium
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) masih mengalami kerugian atas penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, meski sekarang ini harga minyak dunia sedang mengalami penurunan.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengungkapkan, Pertamina tengah mempelajari harga BBM jenis premium di tengah menurunnya harga minyak dunia. Kajian dan perhitungan yang dilakukan terkait harga BBM jenis premium akan didasarkan pada satu sampai dua bulan.

"Jadi kita pelajari. Kita tidak bisa hanya menghitung dari harga saat ini. Inventori itu nilainya satu bulan atau dua bulan. Kita berarti hitung harga rata-rata sebulan yang lalu. Dua bulan yang lalu. Dan kita mesti lihat," kata Dwi, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (28/8/2015).

Ia menjelaskan, dari tiga bulan lebih Pertamina dan DPR telah memperhitungkan formula yang tepat untuk harga keekonomian premium yakni di atas Rp8.000 per liter. Namun, pemerintah tetap menahan harga sebesar Rp7.400 per liter untuk Jamali dan Rp7.400 per liter untuk non-Jamali.

"Juni-Juli kita masih temukan harga premium dengan formula yang ditetapkan oleh pemerintah dan DPR harganya masih jatuh di atas Rp8.000 per liter. Mestinya dengan harga saat ini yang Rp7.400 masih belum. Sehingga kita lihat lagi sebulan sampai dua bulan yang akan datang. Kalau memang hasilnya hitungannya di bawah itu, tentu saja Pertamina akan menerima," jelas dia.

Selama ini, lanjut Dwi, dengan menjual BBM jenis premium, Pertamina memikul kerugian sebesar Rp12 triliun sampai Rp14 triliun. "Karena selama ini untuk premium saja Pertamina memikul Rp12 triliun sampai Rp14 triliun kerugian premium," pungkas dia.


(ABD)