Pantarlih Akan ke Rumah Warga Bawa Stiker

- 24 Juni 2013 16:34 wib
Antara
Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menurunkan 550.483 orang panitia pemutakhiran data pemilih (pantarlih) untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) atas data pemilih yang disediakan oleh Pemerintah.

Petugas mendatangi rumah-rumah warga selama satu bulan untuk memastikan keberadaan orang yang tertera dalam data pemilih yakni data hasil sinkronisasi daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dengan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir.

"Dalam proses pemutakhiran itu dikonsilidasi dengan data pemilu terakhir. Memang belum sinkron dengan yang ada di lapangan," ujar Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah saat berbincang, Senin (24/6).

Kata Ferry, pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih bertujuan untuk memastikan semua pemilih terdaftar dalam DPT, memastikan akurasi data pemilih sesuai dengan kondisi faktual pemilih dan memastikan DPT bersih dari orang yang tidak berhak memilih dan untuk melayani pemilih menggunakan hak pilihnya.

Lebih lanjut kata Ferry, salah satu instrumen yang akan digunakan pantarlih dalam kegiatan verifikasi data adalah stiker. Pantarlih yang telah mendatangi rumah penduduk wajib mengisi dan menempel stiker yang berisi nama kepala keluarga dan nama pemilih di dalam keluarga tersebut di setiap rumah yang sudah didatangi.

"Kita harap masyarakat dapat menerima kehadiran petugas pantarlih dan memberikan data yang sebenar-benarnya. Petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) juga kita tugaskan untuk mengawasi kinerja pantarlih sehingga data yang akan dituangkan ke DPS benar-benar valid," tungkasnya.

Pantarlih, kata Ferry, akan bekerja dengan basis tempat pemungutan suara (TPS) dengan maksimal jumlah pemilih sebanyak 500 orang. "Jadi tidak ada alasan pantartih tidak dapat menemui pemilih satu per satu ke rumahnya," tungkasnya. (MI/Astri Novaria)

()

POLITIK
METRO
INTERNASIONAL

Mata Najwa: Menuju Ke-7 (7)

30 Juli 2014 21:54 wib

Mata Najwa, Rabu (30/07/2014), di Mata Najwa kali ini dengan tema 'Menuju Ke-7', yang menayangkan kembali sejumlah episode di Mata Najwa tentang warna warni jalannya demokrasi saat pemilihan presiden dan juga perjalanan politik Joko Widodo sejak saat ia masih menjabat sebagai walikota Solo hingga kemudian hasil hitung cepat menunjukkan Jokowi sebagai presiden terpilih.