Pengamat: Perakit Bom di Kalimalang Belajar dari Internet

Wanda Indana    •    Minggu, 30 Aug 2015 03:57 WIB
bom di kalimalang
Pengamat: Perakit Bom di Kalimalang Belajar dari Internet
Pengamat Terorisme Mardigu Prasantyo. Foto: MI/Ramdani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat terorisme Mardigu Prasantyo mengatakan bom yang ditemukan di sungai Kalimalang, Jakarta Timur, berdaya ledak rendah (low explossive). Ia menyebut, orang yang merakit bom itu belajar dari internet. 

Hal itu diketahui dari jenis bahan yang digunakan dan rangkaian bom yang sederhana. Berbeda dengan jenis bom yang digunakan kelompok teroris Indonesia lainnya yang memiliki rangkaian bom yang rumit.

"Perakit bom ini belajar dari internet karena kalau dilihat dari rangkaian bomnya sangat sederhana, cuma ada batrai dan dua buah kabel saja," kata Mardigu saat dihubungi Metrotvnews.com, Sabtu (30/8/2015).

Mardigu menjelaskan, penemuan bom di Sungai Kalimalang dapat dikatakan sebagai bentuk terorisme. Karena lokasi penemuan bom dekat dengan pusat perbelanjaan. "Ini orang yang baru coba-coba," imbuhnya.

Meskipun bom Kalimalang berdaya ledak rendah, namun dapat berpotensi mengakibatkan banyak korban jika menggunakan bahan peledak dengan jumlah banyak."Meskipun low explossive, tapi bisa menelan banyak korban kalau dia menggunakan bahan peledak yang banyak. Tapi untung saja polisi sudah mengatasinya, itu yang penting perlu diacungin jempol," tutur dia.

Seperti diketahui, sebuah bom ditemukan di pinggir sungai Kalimalang, Jakarta Timur. Dalam rangkaian bom tersebut terdapat kabel dengan warna hijau dan merah. Bom tersebut didominasi warna hitam dan juga terdapat pipa.  Di rangkaian bom tersebut juga teradapat baterai. Hingga saat ini polisi belum mengetahui jenis bom tersebut.

Bom tersebut ditemukan warga Kalimalang Bondan dan Hasan, pada pukul 09.00 WIB. Awalnya keduanya ingin memasangkan pohon pinang, untuk lomba panjat piang di pinggiran Sungai Kalimalang.

Tiba-tiba melihat bingkisan dan benda yang mencurigakan. Penemuan tersebut kemudian di laporkan ke pihak kepolisian.

Tim gegana Polda Metro Jaya kemudian datang ke lokasi dan meledakan bom. Setelah diledakan, tim gegana kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 


(DRI)