Sektor Pariwisata Diuntungkan Menguatnya Dolar

Pythag Kurniati    •    Minggu, 30 Aug 2015 10:33 WIB
pariwisata indonesia
Sektor Pariwisata Diuntungkan Menguatnya Dolar
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menghadiri Grand Final Putra-Putri Solo 2015. Foto: MTVN/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Menguatnya dolar terhadap rupiah memberi dampak positif di bidang pariwisata. Hal itu dikemukakan Menteri Pariwisata Arief Yahya usai menobatkan Putra-Putri Solo 2015, di Komplek Balaikota, Sabtu, 29 Agustus 2015. Menpar mengatakan, dengan kondisi ini, pariwisata Indonesia masih tumbuh empat persen.

“Dengan situasi demikian kita masih tumbuh. Padahal Malaysia turun sembilan persen, Singapura turun enam persen. Yang pertumbuhannya tertinggi tetap Tiongkok,” katanya.

Menpan mengemukakan menguatnya dolar menguntungkan sektor pariwisata. “Menguatnya dolar membuat price competitiveness (daya saing harga) kita lebih bagus. Dengan dolar yang sama, wisatawan di Indonesia akan menikmati lebih banyak atraksi,” ungkapnya.

Menguatnya dolar, kata dia, membuat orang-orang dalam negeri enggan bepergian ke luar negeri. Bali masih menjadi destinasi pertama yang diminati wisatawan mancanegara di Indonesia.

Menpar mengatakan akan menggenjot promosi pariwisata daerah-daerah potensial lainnya, seperti kawasan Joglosemar (Yogyakarta, Solo, dan Semarang). “Target nasional wisatawan sudah ditetapkan Presiden, yakni 20 juta wisatawan hingga 2019. Target itu bisa dipenuhi jika semua pihak ikut terlibat dalam promosi wisata di kotanya,” kata Arief.


(UWA)