Benci Imigran, Donald Trump Dinilai Rugikan Dirinya Sendiri

Willy Haryono    •    Minggu, 30 Aug 2015 11:59 WIB
pemilu as
Benci Imigran, Donald Trump Dinilai Rugikan Dirinya Sendiri
Capres AS Donald Trump dalam sebuah kampanye di Nashville, Tennessee, AS, Sabtu (29/8/2015). (Foto: AFP / Jason Davis / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

Metrotvnews.com, Washington: Miliarder Donald Trump berjaya di beberapa survei sebagai kandidat utama calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik. 

Namun, kebencian Trump terhadap imigran gelap di Negeri Paman Sam dinilai dapat membuatnya kehilangan banyak suara warga di pemilihan umum 2016 mendatang. 

"Apa yang Trump lakukan sekarang adalah bunuh diri politik," ucap Patricio Zamorano, direktur eksekutif biro konsultan Infoamericas.info, seperti dikutip AFP, Minggu (30/8/2015).

Sejak berkampanye pada Juni, "The Donald" meroket ke posisi teratas dan menyalip 16 kandidat Republik lainnya. Pekan ini, popularitasnya mencapai 28 persen, dengan rival terdekatnya 16 persen. 

Imigrasi menjadi agenda utama Trump dalam kampanyenya. Pria 69 tahun itu berjanji membuat sebuah tembok besar untuk mencegah masuknya imigran, terutama dari Meksiko. 

Trump sempat menyebut sebagian besar imigran gelap Meksiko sebagai pengedar narkotika dan pemerkosa. 

Tidak hanya membuat tembok, Trump juga berjanji mendeportasi lebih dari 11 juta imigran gelap di AS. Trump juga berniat menghapus kewarganegaraan anak imigran yang lahir di AS. 

Bertolak belakang dengan Trump, Jeb Bush yang juga berasal dari Republik membela mati-matian imigran di AS. Ia mengaku terluka oleh komentar Trump terkait imigran gelap.



(WIL)