Mantan Penasihat KPK Nilai Bareskrim Telat Tetapkan Capim Berstatus Tersangka

Intan fauzi    •    Minggu, 30 Aug 2015 23:33 WIB
capim kpk
Mantan Penasihat KPK Nilai Bareskrim Telat Tetapkan Capim Berstatus Tersangka
Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua (Foto: Metro TV)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua menilai, Bareskrim Mabes Polri terlambat memberikan informasi mengenai calon pimpinan (Capim) KPK yang berstatus tersangka. Sebab, Bareskrim menyampaikan setelah pemilihan tahap ke IV.

"Kalau catatan Bareskrim disampaikan pada waktu Capim 48 orang, kemudian Pansel meloloskan sampai 19, Pansel bisa dipidana," kata Abdullah dalam Prime Time News Metro TV, Minggu (30/8/2015).

"Tapi, misal dalam catatan Bareskrim 48  tidak ada, bukan berarti kesalahan Pansel. Tapi, permasalahan ada di Mabes Polri kalau sudah 19 baru ada catatan-catatan ini," sebutnya.

Abdullah menambahkan, seharusnya Polri tak perlu menunggu Pansel untuk meminta track record capim KPK. Sebab, dalam proses pemilihan capim KPK sudah menjadi salah satu tugas kepolisian memberikan data tersebut.

"Kalau Mabes Polri teknologinya sudah sophisticated, catatan harus sudah ada. Walau baru lampu kuning belum lampu merah, karena ini KPK bukan lembaga lain. Korupsi merupakan extraordinary crime," pungkas Abdullah.

Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Budi Waseso mengatakan penyidik Bareskrim telah menetapkan satu orang dari Capim KPK sebagai tersangka. Namun informasi lebih lanjut akan dipublikasikan pada Senin pekan depan.

Pansel KPK mengakui ada calon pimpinan lembaga antikorupsi yang berstatus tersangka. Pansel langsung mencoret nama calon pimpinan tersebut.

Yang bersangkutan ada di antara 19 orang yang menjalani tes wawancara pada Senin 24 hingga Rabu 26 Agustus. "Yang bersangkutan masuk dalam 19 nama, memang sudah gugur," kata Juru Bicara Pansel Betti Alisjahbana, Jumat (28/8/2015).

19 calon pimpinan KPK adalah:

1. Ade Maman Suherman
2. Agus Raharjo
3. Alexander Marwatta
4. Basaria Panjaitan
5. Budi Santoso
6. Chesna Fizetty Anwar
7. Firmansyah TF Satya
8. Giri Suprapdiono
9. Hendardji Supandji
10. Jimly Assdiddiqie
11. Johan Budi Sapto Pribowo
12. Laode Muhamad Syarif
13. Moh. Gudono
14. Nina Nurlina Pramono
15. Saut Situmorang
16. Sri Harijati
17, Sujanarko
18. Surya Chandra
19. Yontje Mende.


(ALB)