Kepala BNN Sosialisasi Bahaya Narkoba ke TKI di Taipei

Khudori    •    Senin, 31 Aug 2015 08:23 WIB
bnn
Kepala BNN Sosialisasi Bahaya Narkoba ke TKI di Taipei
Kepala BNN Anang Iskandar sosialisasi bahaya narkoba ke TKI di Taipei. Foto: BNN

Metrotvnews.com, Jakarta: Sindikat internasional sering memperdaya tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk menyelundupkan narkoba. Karena itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Anang Iskandar mensosialisasikan ke TKI untuk mewaspadai hal tersebut di kawasan Neihu, Taipei, Taiwan, Minggu 30 Agustus.

Saat ini, tercatat dua orang tenaga kerja asal Indonesia ditahan oleh pemerintah setempat karena kasus Narkoba. Menurut catatan Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, tiga orang TKI diketahui tersangkut masalah penyalahgunaan narkoba pada Agustus. Salah satunya merupakan tahanan atas kasus penyelundupan 500 kilogram sabu di Taiwan bunuh diri karena berhalusinasi akibat Narkoba.

Berdasarkan data-data tersebut, Taiwan yang menjadi salah satu kawasan tujuan TKI dirasa sangat perlu mendapatkan sosialisasi dalam mewaspadai kejahatan narkoba yang melibatkan para TKI.

Menurut Anang, pengaruh sindikat narkoba masuk ke segala lapisan masyarakat dan segala jenis profesi, baik masyarakat biasa, artis, bahkan pejabat. Oleh karenanya, semua elemen warga negara, baik di dalam maupun luar negeri harus melawan narkoba dan peredarannya.


Kepala BNN Anang Iskandar sosialisasi bahaya narkoba ke TKI di Taipei

Selain itu, Anang menambahkan, para TKI harus mewaspadai lingkungan sekitar yang mungkin saja berkaitan dengan narkoba.

“Jika ada yang mengetahui lingkungan kerja atau lingkungan pergaulannya terdapat narkoba, segera jauhi dan segera melapor ke instansi berwenang setempat. Lalu, laporkan kepada KDEI untuk secepatnya diambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Anang.

Selain Anang, dalam pertemuan itu wakil dari Kepolisian Taipei sebagai pembicara. Kegiatan di KDEI tersebut diikuti 200 WNI yang merupakan para TKI, agen TKI, serta para mahasiswa Indonesia.

Kegitan sosialisasi ini bukanlah yang pertama. Pekan lalu kegiatan serupa digelar di Victoria Park, Hongkong. Kondisi para TKI yang rawan terhadap bujuk rayu sindikat narkoba membuat BNN harus bergerak lebih cepat dalam antisipasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi benteng dalam membangun kesadaran para TKI akan bahaya narkoba yang tidak hanya memberikan efek kecanduan tetapi juga merusak organ dalam tubuh dan bahaya penularan HIV.

Kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada para TKI akan konsekuensi hukum yang akan mereka terima apabila terlibat dalam kejahatan narkoba.


(TRK)