Tingkatkan Berat Buah, Mahasiswa Brawijaya Sabet Medali Emas di Korsel

   •    Senin, 31 Aug 2015 08:34 WIB
Tingkatkan Berat Buah, Mahasiswa Brawijaya Sabet Medali Emas di Korsel
Ilustrasi -- Antara

Metrotvnews.com, Malang: Pupuk nano organik temuan mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Agung Wicaksono, mampu meningkatkan berat buah hingga lebih dari 100 persen jika dibandingkan menggunakan pupuk pada umumnya.

Agung Wicaksono mengatakan, pupuk yang diberi nama "Nanotech Katashi" terbuat dari limbah pertanian tanaman legum yang kaya nutrisi karena mengandung nitrogen. Tanaman legum mempunyai unsur hara tinggi, antara lain kacang-kacangan, turi, dan kedelai.

"Limbah pertanian yang kami gunakan adalah kulit kacang, seresah turi, dan bintik kedelai yang mengandung nitrogen tinggi," kata Agung di Malang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2015).

Karena temuan itu, Agung menyabet medali emas pada kompetisi 2nd Korea Creative Invention Contest (CIC) 2015 di Korea Selatan. "Selain mendapat emas dalam kompetisi CIC, saya juga mendapatkan penghargaan spesial dari Asian Invention Association (AIA)," kata Agung.

Agung mengemukakan, dengan ukuran pupuk yang dipartikelkan sebesar 10-9 bisa lebih efektif masuk ke stomata daun yang berukuran 10-6. Karena ukuran pupuk yang dipartikelkan lebih kecil dibanding stomata, unsur hara yang dibawa pupuk bisa masuk ke stomata tanaman dengan mudah.

"Saya sudah terapkan pemakaian pupuk Nanotech Katashi pada tanaman ubi jalar dan hasilnya berat ubi jalar menjadi 8-12 kilogram jika dibanding dengan pemakaian pupuk anorganik biasa yang hanya mencapai empat kilogram," ujarnya. 

Dengan pemakaian pupuk organik Nanotech Katashi, Agung mengaku bisa lebih mengefisienkan biaya operasional dan mengoptimalkan limbah pertanian. Karena pupuk mudah masuk ke stomata tanaman, sehingga tidak ada yang terbuang.

Saat ini, Agung dengan didukung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan penelitian lanjutan terkait Nanotech Katashi agar lebih sempurna dan ke depan bisa dikembangkan lebih luas untuk membantu petani dalam meningkatkan produksi. (antara)
(ALB)