ICW: Kabareskrim Lempar Bola Panas ke Pansel

Intan fauzi    •    Senin, 31 Aug 2015 09:10 WIB
capim kpk
ICW: Kabareskrim Lempar Bola Panas ke Pansel
Wakil Koordinator ICW Agus Sunaryanto (kiri), Direktur Institute for Criminal Justice Reform Supriyadi W.E, dan Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti memberikan keterangan pers terkait pemilihan calon kapolri di Kantor ICW, Jakarta, Jumat 9 Januari 2015.

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto menilai pernyataan Kepala Badan Reserse Kriminal Komjen Budi Waseso soal calon pimpinan KPK berstatus tersangka sangat mengejutkan. Dia menyesalkan Waseso melempar kabar tersebut ke publik, sebelum ke Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK.

"Sangat mengejutkan, seperti melempar bola panas kepada Pansel," kata Agus dalam program Bincang Pagi Metro TV, Senin (31/8/2015).

Agus melihat tidak ada keterbukaan Bareskrim Polri kepada Pansel KPK. Pernyataan Waseso, lanjut Agus, hanya akan menimbulkan pertanyaan di publik terkait koordinasi Bareskrim dengan Pansel. "Kalau mau fair kenapa Bareskrim tidak komunikasi dengan Pansel, tidak membangun sebuah opini yang membuat publik bertanya-tanya," jelasnya.

Menurutnya, akan lebih baik Bareskrim memberitahu Pansel terlebih dahulu bahwa ada calon pimpinan KPK yang ditetapkan sebagai tersangka, dibandingkan memberitahu kepada masyarakat. Hal itu perlu, agar Bareskrim terlihat lebih menghargai Pansel sebagai kepanjangan tangan Presiden.

"Lebih elok kalau disampaikan dulu pada Pansel. Kalau melihat Pansel bermain-main, boleh diumumkan pada masyarakat. Ini soal elok hubungan saja," pungkasnya.


Komjen Budi Waseso. Foto: MI

Budi Waseso mengaku sudah menyampaikan informasi ada capim KPK yang ditetapkan tersangka ke Pansel. Sementara, Juru Bicara Pansel Yenti Ganarsih mengatakan pihaknya mengetahui kabar tersebut dari wartawan.

Jumat 28 Agustus, Yenti bertemu wartawan. Dia menduga akan ditanya soal tes wawancara 19 calon pimpinan KPK yang digelar Senin hingga Rabu pekan lalu. Ternyata, pertanyaannya soal ditetapkannya salah satu capim sebai tersangka.

"Saya kaget, sangat kaget. Saya naik ke atas, teman-teman juga belum tahu, karena mereka sedang bekerja," ujar Yenti, Minggu 30 Agustus.


Tes wawancara capim KPK

Yenti menyayangkan tidak mendapat informasi langsung dari Bareskrim. Sebab saat dikonfirmasi ke Bareskrim, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke luar pada Rabu 26 Agustus. Kemudian, ia menyarankan kepada Bareskrim untuk segera memanggil tersangka tanpa mengumumkan terlebih dahulu ke masyarakat.

"Saya menyarankan waktu itu untuk proses yang baik. Kalau ada SPDP panggil saja, tanpa harus mengumumkan," katanya.


(TRK)