Alasan Ahok Bongkar Pasar Benhil

LB Ciputri Hutabarat    •    Senin, 31 Aug 2015 10:26 WIB
penggusuran
Alasan Ahok Bongkar Pasar Benhil
Petugas menyiapkan alat berat saat berlangsung pengosongan kios Kavling 36 Pasar Benhil, Jakarta. (Foto:Antara/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersikukuh membongkar Pasar Benhil. Pasalnya, kontrak pasar di pusat Ibu Kota itu habis sejak 2005 dan sudah diperpanjang hingga 2013.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama menyebutkan pembongkaran Pasar Benhil sudah berdasarkan kontrak yang tersedia. Terlebih lagi, kata Ahok, Pemprov DKI berniat mengubah wajah Pasar Benhil.
 
"Pasar Benhil selesai kontrak 2005, diperpanjang sampai kami masuk di 2013. Benhil sudah terlalu tua, kami ingin ada pasar modern," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (31/8/2015).
 
Namun, sejak habis masa kontrak, penyewa belum angkat kaki. Bahkan, ada penyewa ruko yang menyewa pengacara untuk melayangkan gugatan.
 
"Penyewa ruko tidak mau pergi. Baa-bawa anggota DPRD yang dulu, sewa pengacara lalu menggugat kami. Kalau masih dalam gugatan kita susah (bongkar). Ternyata putusan MA inkrah dan kami (PD Pasar Jaya) yang menang," kata Ahok menjelaskan.
 
Setelah menang, Pemprov DKI memberikan tenggat waktu kepada penyewa untuk membereskan barang-barangnya. Namun penyewa malah mengulur-ulur waktu.
 
"Seolah-olah kita tak kasih tenggang waktu. Ini persoalan mereka yang percaya pegacaranya bisa negosiasi perpanjang lagi. Kami selalu kasih kesempatan kok. Tapi kalau kami sudah menang ya harus bongkar," ujarnya.


(FZN)