Geng Motor Penuh Tato dan Tindik Datangi Masjid

Ahmad Rofahan    •    Senin, 31 Aug 2015 10:31 WIB
geng motor
Geng Motor Penuh Tato dan Tindik Datangi Masjid
Anggota XTC Kota Cirebon saat melakukan kegiatan di masjid, Minggu (30/8/2015). (Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Komunitas pemotor acapkali dikatikan dengan tindak kejahatan dan kebrutalan jalanan. Terlebih, penampilan mereka yang tergolong nyentrik dan tak sedikit yang bertato, kerap dihinggapi label negatif.

Stigma negatif itulah yang agaknya coba dihilangkan oleh Excalt To Creativity (XTC) ketika memberikan santunan di Masjid Bahrul Falah, Cangkol, Kota Cirebon.

Puluhan kendaraan dan anggota XTC berkumpul di masjid tersebut untuk memberikan santunan pada 50 anak yatim. Beberapa anggota XTC masih terlihat dengan gayanya masing-masing. Tubuhnya penuh tato dan telinganya penuh dengan tindik dan anting.

Tapi, ketika memasuki masjid, mereka terlihat sangat santun. Pada setiap jamaah mereka bersalaman dengan menundukkan badan, tanda penghormatan.

Kegiatan ini merupakan rutinitas XTC yang jarang diketahui banyak masyarakat. Dananyapun didapatkan dari iuran anggotanya yang peduli untuk santunan anak yatim.

“Dalam dua minggu ini, kita sudah menggelar tiga kali santunan di tempat yang berbeda,” ujar Reno Sukriano, Sekjen XTC Kota Cirebon, di sela-sela acara pemberian santunan, Minggu (30/8/2015).

Selain dihadiri oleh anggota XTC Cirebon, hadir juga perwakilan XTC Kuningan dan komunitas Boss. Sebelum melakukan santunan, terlebih dahulu mereka menggelar shalawatan bersama yang dipimpin oleh Kang Ayip Abbas, putera almarhum salah satu kyai khos Jawa Barat, KH Abdullah Abbas.

“Saya sudah menemani mereka selama dua tahun. Mereka butuh teman yang bisa memanusiakan manusia,” jelas Kang Ayip.

Rutinitas shalawatan ternyata sudah rutin diselenggarakan oleh anggota XTC. Setiap pekan ratusan anggota XTC berkunjung ke kediaman Kang Ayip di Desa Padangbenghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Mereka merasa banyak berubah setelah banyak mengikuti shalawatan dan menggelar santunan kepada anak yatim.

“Orang-orang hanya memandang kita pada sisi negatif saja. Tapi mereka tidak paham perubahan apa yang sedang coba kita lakukan,” kata Jaka Permana Ketua XTC Kota Cirebon.

Ada yang kriminal
Jaka juga meminta dukungan dari semua pihak terhadap proses yang sedang dilakukan oleh komunitasnya. Karena, menurutnya, proses ini bukan perkara yang mudah dan masih saja ada hambatan.

“Masih saja ada oknum yang berbuat kriminal, tapi itu tidak dikehendaki kita. Organisasi kita melarang itu dan akan memberikan sanksi bagi yang melanggar,” jelas Jaka.

Langkah "tobat" XTC belum banyak mendapat apresiasi masyarakat. Sebab, hanya sedikit masyarakat yang mengetahui kegiatan positif XTC. "Saya hanya tahu negatifnya saja tentang XTC, karena jarang ada informasi tentang sisi positifnya. Dengan adanya santunan dan acara sholawatan ini, saya lihat mereka sedang berusaha untuk berubah," ujar Ikhsan, 33, warga Cirebon.

Reino Prawira, Pendiri XTC Cirebon mengatakan saat ini XTC Cirebon sedang dijadikan percontohan komunitas XTC di Indonesia. "Karena banyak perubahan yang sedang dilakukan. Bahkan nanti November kami akan menyelenggarakan lomba kick boxing tingkat internasional di Cirebon," kata Reino.


(SAN)