Alex Noerdin Jadi Saksi di Sidang Korupsi Wisma Atlet

Renatha Swasty    •    Senin, 31 Aug 2015 11:08 WIB
korupsi wisma atlet
Alex Noerdin Jadi Saksi di Sidang Korupsi Wisma Atlet
Alex Noerdin. Foto: Martien Bureau/AFP

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dihadirkan jadi saksi dalam sidang dugaan korupsi proyek pembangunan wisma atlet dan gedung serbaguna Jakabaring di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Dia jadi saksi untuk terdakwa Rizal Abdullah, bekas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Sumatera Selatan. 

Alex yang ditemui sebelum sidang di Pengadilan Tipikor tak mau bicara soal pemeriksaannya. "Nanti saja, ini saja belum masuk saya. Nanti setelah selesai," ujar Alex di Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2015).

Nama Alex beberapa kali disebut dalam sidang sebelumnya. Direktur Marketing Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang mengaku menyiapkan komitmen fee buat Alex sebagai Gubernur Sumsel. Duit disiapkan dalam rangka pembangunan wisma atlet, Jakabaring, Sumatera Selatan.

Hal ini terungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Mindo pada 21 Oktober 2014, poin 14. Dalam BAP itu Mindo membeberkan, saat pembangunan belum berlangsung ia menemui Rizal Abdullah, yang saat itu menjabat Kepala Dinas Cipta Karya.

"Walaupun ini jadi di daerah maka, kami tetap ada fee untuk daerah sebesar 3 persen untuk komite, termasuk panitia dan gubernur 2 persen atas penyampaian saya tersebut saudara Rizal mengatakan, ya bu saya juga belum bisa bicara banyak, nanti kita lihat karena dananya juga belum ada," kata Mindo.

Terkait BAP itu, Mindo membenarkan. Ketika dicecar jumlah pasti yang diberikan untuk mereka yang dijanjikan, Mindo mengaku tidak tahu.

"Karena kan Pak Nazzar (Muhammad Nazzarudin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, terpidana kasus korupsi wisma atlet) sudah kasih tahu nanti untuk di panitia, PPK-nya di daerah tiga persen, cuma untuk berapa ini berapa itu nggak ada. Hanya globalnya saja," beber Mindo.

Rizal Abdullah didakwa melakukan korupsi terkait pembangunan wisma atlet dan gedung serbaguna Jakabaring, Sumatera Selatan. Ia diduga  mengatur pemenang pembangunan proyek wisma atlet untuk PT Duta Graha Indah. 

Rizal didakwa melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(KRI)