Kreativitas, Kunci Pelaku Industri Kreatif Menghadapi Ekonomi Lesu

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 31 Aug 2015 20:13 WIB
ekonomi kreatif
Kreativitas, Kunci Pelaku Industri Kreatif Menghadapi Ekonomi Lesu
Thiar Bramanthia, President Mata Air Group (paling kanan) bersama dengan Musisi Dwiki Darmawan (tengah). (FOTO: dokumentasi pribadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan, seiring dengan semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sudah mencapai angka di atas Rp14.000 per USD.

Namun demikian, bukan berarti dunia usaha Indonesia harus menyerah begitu saja. Para pelaku industri kreatif pun dituntut untuk tetap menyalurkan kreativitasnya saat ekonomi sedang sulit.

"Iklim bisnis saat ini memang cukup berat. Tapi jika kita mau sedikit kreatif, kondisi berat ini justru bisa menjadi peluang tersendiri," ucap President Mata Air Group Thiar Bramanthia, dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (31/8/2015).

Menurut dia, agar bisa bertahan dari kesulitan ekonomi saat ini adalah dengan memilih bidang usaha yang relatif aman dari gejolak nilai rupiah.

"Pilihan paling aman adalah dunia pendidikan dan industri kreatif," tambahnya.

Oleh karena itu, pengusaha yang masih kemenakan dari pengusaha Oesman Sapta tersebut juga mencanangkan membuka program waralaba. Tidak tanggung-tanggung, Thiar menargetkan sedikitnya 30 waralaba akan dibuka hingga akhir 2016.

Pria yang menjalankan perusahaan PT Lima Cita Seirama, tersebut baru saja mengakuisisi Sekolah Musik Farabi milik musisi Jazz ternama Dwiki Dharmawan. Melalui industri kreatif ini, dia optimistis dunia usaha akan kembali bergairah.

Sekadar informasi, sekolah musik yang sudah berusia lebih dari 30 tahun ini resmi menjadi bagian dari Mata Air Group sejak 5 Agustus 2015 lalu. Keputusan mengakuisisi Sekolah Musik Farabi diambil selain karena nama besar Dwiki Dharmawan, tentu saja dilihatnya menjanjikan.

Thiar menambahkan, banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan dari industri ekonomi kreatif ini. "Kurang polesan bisnisnya saja," tukas pemilik situs www.ThiarThea.com ini.

Di sisi lain, dalam menghadapi ekonomi yang sulit tersebut, Thiar mengaku sudah memiliki jurus jitu dalam mengembangkan Sekolah Musik Farabi agar bisa merajai dunia pendidikan musik Tanah Air. Salah satunya dengan meluncurkan program kursus online yang bisa diakses secara luas oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan mancanegara.

Untuk mewujudkan program ini bukanlah hal yang sulit bagi Thiar mengingat salah satu perusahaan IT miliknya telah memiliki infrastruktur video streaming yang mumpuni. Dia meyakini, program kursus online ini akan diserbu anak-anak muda Indonesia.


(AHL)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA