Ekonomi Lesu, Laba PGN Ambles 38,56%

Antara    •    Selasa, 01 Sep 2015 09:39 WIB
perusahaan gas negara (pgn)
Ekonomi Lesu, Laba PGN Ambles 38,56%
Ilustrasi PGN -- FOTO: ANTARA/ERIC IRENG

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membukukan laba bersih sebesar USD227,34 juta pada semester pertama 2015 atau menurun sekitar 38,56 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya USD370,05 juta.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (1/9/2015), mengatakan bahwa kinerja laba bersih itu sejalan dengan menurunnya makro ekonomi Indonesia dan nilai tukar rupiah. Menurunnya perekonomian nasional itu berpengaruh terhadap kinerja pelanggan PGN secara umum, khususnya pelanggan pembangkit listrik dan industri.

"Karena kinerja pelanggan yang menurun tersebut membuat penyerapan gas bumi dari PGN juga menurun yang berimbas pada laba bersih dan pendapatan PGN," katanya.

Sementara itu tercatat pendapatan bersih PGN semester pertama 2015 sebesar USD1,42 miliar, menurun sekitar 12,91 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya USD1,63 miliar.

Heri Yusup mengatakan bahwa sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, perseroan optimistis kondisi ke depan akan membaik. PGN juga tetap fokus dalam mengembangkan infrastruktur gas bumi dalam rangka memperluas pemanfaatan energi baik gas bumi.

Sebagai contoh, ia memaparkan bahwa pada Agustus 2015 PGN sudah merampungkan pembangunan pipa trasmisi Kalimantan Jawa Tahap I (Kalija I) sepanjang 207 kilometer (km). Sepanjang 203 kilometer pipa berada di laut dan empat km pipa di darat.

Turut dibangun pula stasiun gas yang mendukung operasional jaringan pipa tersebut. Dalam rangka meningkatkan perluasan pemakaian gas bumi untuk rumah tangga, lanjut dia, PGN mendapatkan penugasan dari Kementerian ESDM untuk mengelola dan mengoperasikan jaringan gas rumah tangga sebanyak 43.334 di 11 kota atau kabupaten. Jaringan gas rumah tangga tersebut dibangun oleh Kementerian ESDM.

Disebutkan, kota atau kabupaten itu adalah Semarang sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR), Blora 4.000 SR, rumah susun di Jabodetabek 5.234 SR, Kabupaten Bogor 4.000 SR, Cirebon 4.000 SR, Palembang 3.311 SR, Surabaya 2.900 SR, Depok 4.000 SR,  Tarakan 3.366 SR, Bekasi 4.628 SR, dan Kabupaten Sorong 3.898 SR.

"Pelanggan baru rumah tangga tersebut akan menambah jumlah pelanggan PGN yang ada saat ini yang jumlahnya sekitar 100.000 rumah tangga," jelasnya.

Heri menyatakan bahwa PGN akan terus menjadi yang terdepan dalam upaya pemenuhan kebutuhan gas bumi di dalam negeri baik ke berbagai segmen pelanggan mulai dari rumah tangga, UKM, komersial, industri, pembangkit listrik, dan transportasi.


(AHL)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA