BKPM: Perkembangan Industri Baja Semakin Positif

Arif Wicaksono    •    Selasa, 01 Sep 2015 12:44 WIB
bkpm
BKPM: Perkembangan Industri Baja Semakin Positif
Kepala BKPM Franky Sibarani (kanan). MI/Panca

Metrotvnews.com, Jakarta:  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani optimistis terhadap prospek perkembangan industri baja. 

Franky menyambut baik kerja sama di antara CSC Taiwan dan Artha Metal Sinergi. Menurut saya, hal ini merupakan sinyal positif bagi perkembangan industri baja Indonesia ke depan.

“Hal ini karena proses konstruksi sebuah proyek investasi memerlukan waktu dua sampai tiga tahun. Artinya, kita bisa berharap industri baja ke depan semakin berkembang,” ujar Franky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (1/9/2015).

Dia pun menyambut baik kerja sama di antara CSC dan Arta Metal Sinergi untuk mendirikan pabrik baja berkapasitas satu juta ton per tahun dengan nilai investasi USD500 juta. 

Pembangunan pabrik penggilingan baja untuk konstruksi ini akan dimulai pertengahan tahun depan dan merupakan tahap pertama kerja sama kedua perusahaan. Pada tahap kedua, sekitar 2020, kerja sama ini akan bergerak lebih ke hulu dengan kapasitas produksi per tahun sebesar lima juta ton dan dapat ditingkatkan hingga 10 juta ton.

Franky menambahkan berkembangnya industri baja nasional juga diharapkan dapat menyeimbangkan neraca perdagangan di sektor tersebut. Dia menyebut sudah ada sinyal baik terkait keseimbangan neraca perdagangan sektor baja.

Hal ini tercermin dari impor baja pada periode Januari sampai dengan Juni 2015 sebesar USD3,44 miliar atau turun 21,04 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD4,36 miliar.  Sebaliknya ekspor baja pada periode Januari-Juni 2015 sebesar USD657,7 juta, atau naik 42,16 persen bila dibandingkan periode Januari-Juni 2014 sebesar USD462,6 juta. 





(SAW)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA