Dunia Diminta Rancang Pembiayaan Khusus Hadapi Perubahan Iklim

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 01 Sep 2015 12:52 WIB
perubahan iklim
Dunia Diminta Rancang Pembiayaan Khusus Hadapi Perubahan Iklim
Asia Pacific Regionbal Forum on CLimate Change. MTVN/Suci

Metrotvnews.com, Jakarta: Isu perubahan iklim menjadi perbincangan sejumlah negara di dunia. Banyak negara yang telah menyiapkan strategi untuk menghadapi perubahan iklim demi menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Asisten Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Regional UNDP untuk Asia Pasifik Haoliang Xu mengatakan negara-negara di seluruh dunia harus bekerja sama untuk menciptakan kerangka pembiayaan yang memadai untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan menghadapi perubahan iklim.

"UNDP telah bekerja sama dengan Inggris dan Swedia untuk memastikan pendanaan iklim khususnya yang terkait dengan proses penganggaran nasional. Ini membantu membangun prioritas umum pada pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim di seluruh keuangan, lingkungan dan kementerian perencanaan dan kerangka kebijakan umum dilembagakan," kata Xu dalam Forum Regional Asia Pasifik mengenai aksi pendanaan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan yabg digelar di Jakarta, di Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Mozzam Malik menyatakan tahun ini merupakan tahun yang penting dalam memerangi perubahan iklim. Dia mengimbau seluruh negara untuk membuat komitmen yang ambisius terkait perubahan iklim ini.

Pemerintah Inggris, ujar Malik, telah bekerja sama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengidentifikasi dan mengalokasikan pendanaan bagi kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan dampak besar terhadap perubahan iklim.

"Membantu pemerintah merencanakan dan menganggarkan adalah dukungan yang penting untuk mengurangi emisi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat," ujar dia.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoong membagi pengalaman Swedia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca dengan menggunakan mekanisme yang inovatif dan ramah lingkungan, serta harus bisa memberikan manfaat untuk membantu kaum miskin dan perempuan. 

"Perubahan iklim tidak dapat sepenuhnya ditangani tanpa kesetaraaan gender," pungkasnya.



(SAW)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA