Dugaan Korupsi Dana CSR di Pertamina Foundation

Githa Farahdina    •    Selasa, 01 Sep 2015 13:27 WIB
kasus korupsi
Dugaan Korupsi Dana CSR di Pertamina Foundation
Polisi berjaga di kantor Pertamina Foundation saat penggeledahan, Selasa (1/9/2015) Foto: Githa Farahdina/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus) menggeledah kantor Pertamina Foundation di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Menurut Direktur Tipideksus Brigjen Victor Simanjuntak, timnya menggeledah beberapa ruangan.

"Ruangan bendahara, kemudian ruangan direktur, kemudian ruang pendataan dan perencanaan itu digeledah. Ada empat lokasi," kata Victor di lokasi penggeledahan, Selasa (1/9/2015).

Sejauh ini, tambah Victor, pihaknya sudah memperoleh beberapa dokumen. Di antaranya dokumen-dokumen Coorporate Social Responsibility dan data relawan.

"Kemungkinan ada relawan, akan dikroscek surat perjanjian pembayaran apakah relawan ada atau tidak ada," tambah Victor.

Tapi, pihaknya butuh waktu cukup panjang untuk melakukan pengecekan. Pasalnya, penyidik harus mendatangi tempat di mana kegiatan CSR dilaksanakan.


Brigjen Victor Simanjuntak di Kantor Pertamina Foundation. Foto: Githa Farahdina/MTVN

Proyek CSR tersebut, tambah Victor, digunakan untuk program Gerakan Menanam Pohon, Sekolah Sobat Bumi, Beasiswa Sobat Bumi dan Sekolah Sepak Bola Pertamina. Total kerugian diperkirakan Rp126 miliar sejak 2012 hingga 2014 dari total angka sebenarnya sekitar Rp256 miliar.

Victor menjelaskan, banyak pihak menilai CSR tak bisa dikategorikan korupsi. Tapi ia punya penjelasan. "Jangan lupa, laporan keuangan pemerintah pusat, CSR masuk di situ. CSR merupakan keuangan negara yang dipisahkan. Tetap ini korupsi yang merugikan keuangan negara," ujar Victor.

Victor menjelaskan, penyidik sudah mengantongi nama tersangka. Polisi, kata dia, mencari alat bukti yang bisa menguatkan keterlibatan tersangka tersebut melalui penggeledahan tersebut. 

Penyidik, kata dia, juga menelusuri aliran dana. Dia memastikan tersangka akan diperiksa pascapenggeledahan dan pemeriksaan saksi-saksi untuk memperkuat penetapan satu tersangka maupun kemungkinan adanya tersangka lain

Hingga berita ini diturunkan, penggeledahan masih berlangsung. Penyidik sudah mendapatkan copy beberapa dokumen beserta dokumen aslinya.


(KRI)