Ahok Terus Paksa Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 01 Sep 2015 13:52 WIB
parkir meter elektronik
Ahok Terus Paksa Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi
Parkir Elektronik di Kelapa gading (Foto:MI Angga Yuniar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperketat aturan Terminal Parkir Elektronik (TPE) yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 64 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Aturan itu, kata Ahok, sebagai bentuk pengendalian jumlah kendaraan yang parkir di sejumlah titik.
 
"Jadi konsep TPE itu adalah untuk mengendalikan jumlah kendaraan, bukan soal tarif parkirnya. Tapi, intinya kita pengin maksa orang jangan pakai kendaraan pribadi sebenarnya," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).
 
Ahok yakin aturan ini efektif. Menurut dia, dengan menaikkan tarif parkir, masyarakat akan mencari tempat parkir lebih murah. Sebagai kompensasi Pemprov DKI akan menyediakan bus gratis.
 
"Orang enggak akan mau parkir di tempat yang mahal. Nah di tempat itulah kita kasih bus tingkat gratis," sambung dia.
 
Selain itu, Ahok kembali mewacanakan mengerek upah juru parkir. Dia berharap kebaikan itu dilakukan setelah adanya pelelangan. "Kalau udah bisa lelang besar, saya harap bisa 2 kali UMP. Supaya mereka cukup penghasilannya," katanya.
 
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, ada beberapa poin yang akan direvisi, di antaranya aturan ruas jalan. Poin diubah karena dari tahun ke tahun ruas jalan berubah, baik menyempit maupun melebar. Hal ini berdampak pada aturan parkir on the street.
 
"Poinnya harus direvisi untuk mencegah terjadinya kemacetan parah karena parkir di ruas jalan," kata dia.
 
Andri mencontohkan, ruas jalan di Jatinegara sudah tak bisa dijadikan lokasi parkir permanen karena jalannya menyempit akibat pembangunan jalur bus TransJakarta. Di sisi yang berbeda, ruas Jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada akan dicanangkan sebagai lokasi parkir karena jalannya diperlebar.
 
‎Sistem parkir juga direncanakan masuk dalam aplikasi Jakarta Smart City. Integrasi ini akan efektif saat terminal parkir elektronik (TPE) sudah seluruhnya terpasang. Ada 400 titik di Jakarta yang akan terpasang TPE. Sementara, baru ada 19 titik parkir yang masuk proses lelang tahun ini. Pada TPE ini juga akan dipasang CCTV untuk mengontrol perparkiran.


(FZN)