Ketika Polwan Ber-Selfie di Tengah Demo Buruh

Wanda Indana    •    Selasa, 01 Sep 2015 14:23 WIB
demo buruhpolwan
Ketika Polwan Ber-<i>Selfie</i> di Tengah Demo Buruh
Polwan selfie di tengah unjuk rasa buruh--Metrotvnews.com/Wanda Indana

Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan ribu buruh menyemut di depan Istana Presiden. Mereka menyampaikan tuntutan dengan berorasi menggunakan pengeras suara.

Pantauan Metrotvnews.com, sejauh ini unjuk rasa di depan Istana Presiden damai. Momen itu langsung digunakan beberapa polisi wanita (Polwan) untuk selfie dan groufie di tengah unjuk rasa buruh.

Sejumlah polwan berparas ayu tampak heboh berfoto bersama dengan telepon genggam mereka, lengkap dengan seragam dinas. Wajah semua polwan ceria ketika repot mencari angle terbaik.

Aksi mereka dipergoki wartawan yang meliput aksi buruh. Sadar ulah mereka dilihat pemburu berita, mereka tampak malu dan sempat menunda groufie. "Sebentar-sebentar, nanti dulu fotonya," kata salah seorang polwan kepada rekannya, Selasa (1/9/2015).

Tak lama, ketika pewarta kembali sibuk bertugas, para polwan kembali groufie dan selfie. Meski sudah sembunyi-sembunyi, toh aksi mereka tetap tidak luput dari mata wartawan.
 
Seperti diketahui, ribuan buruh dari Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat, menuntut pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Mereka berkumpul dengan membawa sepuluh tuntutan, di antaranya:

1. Turunkan harga barang pokok (sembako) dan harga BBM.

2. Menolak ancaman PHK terhadap buruh akibat melemahnya nilai rupiah dan pelambatan ekonomi sehingga perlu ada insentif bagi perusahaan yang terancam PHK.

3. Menolak masuknya tenaga kerja asing dan dihapuskannya kewajiban berbahasa Indonesia bagi TKA.

4. Menaikkan upah minimal 22% pada 2016 untuk menjaga daya beli buruh dengan menaikkan upah. Menolak keras RPP Pengupahan yang hanya berbasis inflasi plus PDB serta revisi KHL dari 60 item menjadi 84 item.

5. Merevisi PP tentang Jaminan Pensiun, yaitu manfaat pensiun bagi buruh sama dengan pegawai negara sipil (PNS), bukan Rp300 ribu/bulan.

6. Memperbaiki pelayanan program jaminan kesehatan, menghapus sistem INA CBGs dan Permenkes No 59 Tahun 2014 yang membuat tarif murah, menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, menambah dana PBI dari APBN menjadi Rp30 triliun, provider RS/klinik di luar BPJS bisa digunakan untuk COB.

7. Membubarkan pengadilan buruh/PPHI dengan merevisi total UU PPHI tahun ini juga.

8. Mengangkat para pekerja outsourcing, terutama di BUMN, karena BUMN kini menjadi raja oustourcing serta permasalahan guru honor yang tidak mempunyai hubungan jelas yang upahnya hanya sekitar Rp100 ribu–300 ribu.

9. Memenjarakan Presiden Direktur PT Mandom Indonesia Tbk karena telah lalai sehingga menyebabkan meninggalnya 27 orang dan 31 lainnya terancam PHK.

10. Menghapuskan perbudakan modern dengan mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.


(YDH)