Jaga Inflasi, Pemerintah Diminta Waspada Kenaikan Harga Beras

Husen Miftahudin    •    Selasa, 01 Sep 2015 15:05 WIB
inflasi
Jaga Inflasi, Pemerintah Diminta Waspada Kenaikan Harga Beras
Ilustrasi beras. MI/PALCE AMALO

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menilai naiknya harga gabah sebesar 3,4 persen pada Agustus membuat pemerintah harus berhati-hati. Pasalnya, kenaikan harga gabah di Agustus bakal membuat harga beras pada September melonjak.

"Meski sebagian besar (pengaruh kenaikan harga gabah) di Agustus, namun ada pula (gabah) yang dijual ke September sehingga dapat menyebabkan harga beras mengalami kenaikan. Mungkin beras yang mesti diwaspadai (pada September) di antara produk-produk yang lain," ujar Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Sasmito Hadi Wibowo di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).

Meskipun begitu, dia memprediksi laju inflasi pada September berada pada angka yang moderat. Ia berharap dengan upaya dan dorongan pemerintah, angka inflasi September berada di bawah 0,50 persen.

"Kita harapkan sekitar setengah (0,50 persen angka inflasi September) dan kalau bisa di bawah. Moderat lah itu," ujar Sasmito.

Ia menambahkan diharapkan hujan sudah mulai mengguyur bumi Indonesia di September 2015, sehingga produksi tanaman pangan dan buah-buahan mampu menyediakan kebutuhan secara nasional. 

Meskipun dampak el nino (kekeringan) pada September masih ada, namun diyakini, inflasi September bakal terkendali jika pemerintah menjaga harga beras nasional yang menyumbang inflasi cukup besar.

"Paling tidak indikatornya dari harga gabah yang sekarang, itu kemungkinan naik. Tinggal pemerintah menjaga harga beras di September tidak setinggi kenaikan gabah di Agustus," tutup dia. 



(SAW)