Buruh Bandung Teriakkan 10 Tuntutan

Jaenal Mutakin    •    Selasa, 01 Sep 2015 15:56 WIB
demo buruh
Buruh Bandung Teriakkan 10 Tuntutan
Buruh Bandung berdemo di depan Gedung Sate. Foto: MTVN/Jaenal

Metrotvnews.com, Bandung: Ratusan Buruh berkumpul di depan Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, dan meneriakkan sepuluh tuntutan ke pemerintah.

Mereka datang ke sana sambil mendorong motor dan bergantian berorasi. Orasi dilakukan setiap perwakilan persatuan buruh. Orasi itu ditujukan ke Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

"Keluarga saya butuh makan yang baik dan pendidikan yang cukup. Kalau terus begini bagaimana akan hidup sehat. Buat para pejabat, lihatlah kami," kata Dadang, salah satu peserta aksi, di depan Gedung Sate, Selasa (1/9/2015).

Mira, peserta aksi lain, berharap pemerintah bisa menerapkan kebijakan yang bisa mengubah kehidupan para buruh.

"Abi mah Jalmi alit (Saya hanya orang biasa). Saya ikuti perkembangan sekarang ini, mau dibawa ke mana nasib para buruh karena pemerintahan sekarang membingungkan," ujar peserta aksi, Alit. Aksi berjalan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian

Berikut 10 tuntutan buruh Bandung:

1. Turunkan harga sembako.
2. Menolak ancaman PHK terhadap buruh karena melemahmya ekonomi.
3. Tolak masuknya tenaga kerja Asing dan menolak dihapuskannya kewajiban berbahasa Indonesia.
4. Naikan upah Minimum 22 persen pada 2016, untuk menjaga daya beli buruh dikembalikan dengan menaikan upah, juga menolak RPP pengupahan yang hanya berbasis Inflasi plus dan PDB serta revisi KHL dari 60 item menjadi 84 item.
5. Revisi PP tentang jaminan pensiun yaitu manfaat pensiun bagi buruh sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS), bukan Rp300 ribu/bulan.
6. Perbaiki pelayanan program jaminan kesehatan, hapus sistem INA CBGS dan Permenkes Nomor 59 tahun 2014 yang membuat tarif murah, tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, tambah dana PBI dari APBN menjadi 30 Triliun, Provider RS/ klinik di luar BPJS bisa digunakan untuk OCB.
7. Bubarkan pengadilan buruh/PPHI dengan merevisi total UU PPHI tahun ini juga.
8. Angkat para pekerja outsourcing terutama di BUMN, karena BUMN kini menjadi raja oustourcing, serta permasalahan guru honor yang tidak mempunyai hubungan yang jelas. Upahnya sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.
9. Penjarakan Presiden Direktur PT Mandom Indonesia Tbk, karena telah lalai dan menyebabkan meninggalnya 27 orang dan 31 lainnya terancam PHK. Selain itu, kriminalisasi terhadap aktivis buruh juga kerap terjadi, di mana banyak aktivis buruh yang dipenjarakan. Di satu sisi ketika perusahaan salah, dari pihak kepolisian lambat menindaknya. Copot Menteri Tenaga Kerja dari jabatannya karena tidak berbuat apapun dalam setiap kasus yang melibatkan buruh.
10. Hapuskan perbudakan modern dengan mengesahkan RUU perlindungan Pekerjaan Rumah Tangga (PRT). Bila tuntutan diabaikan maka KSPI akan melakukan aksi mogok nasional di seluruh Indonesia.



(UWA)