FPI Bubarkan Turnamen Voli Waria di Sukabumi

Benny Bastiandi    •    Selasa, 01 Sep 2015 17:35 WIB
fpi
FPI Bubarkan Turnamen Voli Waria di Sukabumi
Sejumlah waria mengikuti Turnamen Voli Antar Waria di Lapangan GOR Cibubur, Depok, Jawa Barat, Rabu (12/11/2014). Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Metrotvnews.com, Sukabumi: Turnamen voli di komplek Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, Jawa Barat, yang diikuti komunitas waria dari berbagai wilayah, dibubarkan Front Pembela Islam.

Aksi pembubaran dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB saat pertandingan sedang berlangsung. Pihak panitia yang mengendus akan terjadinya aksi pembubaran langsung mengajak para waria ke aula di Lapang Merdeka.

Sejumlah waria kaget melihat puluhan Laskar FPI Kecamatan Cikole berupaya mengejar. Mereka pun lari terbirit-birit menyelematkan diri dengan memasuki kendaraan. Aksi pembubaran tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

"Sebetulnya begini, kita lihat dulu dari sudut pandang mana kegiatan turnamen bola voli ini. Jika menjadi representasi dari Hari AIDS sedunia yang ingin memerangi AIDS, kami tanggapi positif. Tapi, karena pihak panitia tidak ada konfirmasi kepada kami, ditambah ada laporan dari masyarakat, maka kami coba membubarkan kegiatan tersebut," kata Ketua DPC FPI Kecamatan Cikole Aa Nunu, Selasa (1/9/2015).

Nunu memandang perlu ada tindakan terhadap kegiatan komunitas waria tersebut. Dalihnya, jika dibiarkan maka dampaknya bisa melebar.

"Kami sebelumnya tak mengetahui ada kegiatan turnamen bola voli yang di dalamnya terdapat waria. Kami baru tahu sekitar pukul 15.00 WIB karena menerima laporan dari masyarakat. Kami menolak keras acara apapun yang melibatkan waria, apalagi digelar di tempat terbuka seperti ini," tegasnya.

Nunu mengaku berkoordinasi terlebih dahulu dengan Polres Sukabumi Kota sebelum membubarkan turnamen bola voli tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi standar operasional prosedur yang dilakukan FPI sebelum bergerak.

"Kami khawatir jika kegiatan itu dibiarkan, mereka nantinya merasa diakui. Jika sudah begitu, tak menutup kemungkinan mereka akan melaksanakan kegiatan yang lebih besar lagi. Kita wajib menjaga dan menciptakan kondusivitas Kota Sukabumi yang selama ini merupakan kota kecil yang selalu aman," katanya.


(UWA)