Terkait Upah Buruh, Pemerintah Berikan Dua Kepastian

Intan fauzi    •    Selasa, 01 Sep 2015 19:20 WIB
demo buruhkemenaker ads
Terkait Upah Buruh, Pemerintah Berikan Dua Kepastian
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. (Foto:Antara/ Akbar Nugroho)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri memberikan komentarnya terkait dengan tuntutan buruh untuk menaikan upah gaji mereka. Hanif menyatakan pemerintah selalu memberikan dua kepastian.
 
"Terkait kenaikan upah, pemerintah terus berdialog mencari formulasi terbaik. Tapi selalu ada dua kepastian yang kami berikan," kata Hanif usai bertemu dengan perwakilan buruh di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).
 
Kepastian pertama, diberikan kepada buruh itu sendiri. Pemerintah selalu memastikan bahwa upah pekerja setiap tahunnya harus naik. "Kepastian pertama pada pekerja. Upah naik tiap tahun, enggak benar upah naik lima tahun sekali," ujarnya.
 
Kedua, kepastian diberikan kepada pengusaha. Kenaikan upah ditentukan secara prediksi. "Kepastian juga untuk dunia usaha. Berapa kenaikan upah, ditentukan secara predictable agar tidak mengganggu keuangan perusahaan," katanya.
 
Menurut Hanif, soal banyaknya pekerja yang diberhentikan atau PHK (pemutusan hubungan kerja), merupakan salah satu cara menyiasati krisis ekonomi.
 
"Kami terus melakukan koordinasi dengan dinas ketenagakerjaan di daerah-daerah. Data soal PHK itu, laporan terakhir ada 26.000 karena perusahaan melakukan efisiensi, pengurangan jam kerja sebagai upaya menyiasati krisis," kata Hanif.
 
Hanif berjanji terus melakukan dialog secara intensif dengan pengusaha. Ia mengimbau agar PHK tak jadi jalan utama untuk menstabilkan keuangan perusahaan. "Kami akan tetap mendorong dialog secara intensif agar PHK menjadi pilihan terakhir," ujarnya.
 
Solusi dari Kemenaker sendiri, lanjut Hanif, seperti program padat karya produktif dan program kewirausahaan. Ia juga berharap dengan kebijkan ekonomi saat ini kesejahteraan buruh membaik.
 
"Dari Kementerian Ketenagakerjaan sendiri menyiapkan program seperti program padat karya produktif, kewirarausahaan, dan sebagainya, berharap dengan kebijakan ekonomi sekarang ini kehidupan kita lebih baik," katanya.


(FZN)