Karpet Merah di DPR Bukan untuk Pimpinan Dewan

Surya Perkasa    •    Rabu, 02 Sep 2015 12:05 WIB
dprdpr ads
Karpet Merah di DPR Bukan untuk Pimpinan Dewan
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan--MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan terusik bicara soal karpet merah di DPR yang melahirkan pro dan kontra. Dia menegaskan, niat awal karpet ini dibentangkan bukan untuk pimpinan dewan.

"Kalau karpetnya ini diganti menjadi motif batik mungkin itu lain. Karena karpet merah ini seolah-olah sakral, seolah elitis. Menurut saya tergantung kepada siapa yang lewat di sini. Tapi tujuannya utama untuk menghargai tamu," tegas Taufik di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Karpet sebenarnya sengaja terus dibentangkan hanya karena persoalan efisiensi. Jika tiap tamu akan datang baru dibentang dan digulung setelah tamu pulang, tentunya akan memakan banyak waktu dan tenaga. "Sekarang Direktur IMF mau datang. Kalau setiap kali tamu mau datang gelar karpet kan menghabiskan waktu," ujar dia.

Taufik yakin tidak ada niat dari pimpinan atau Sekretariat Jenderal DPR untuk menjauhkan petinggi parlemen dari masyarakat. Ide karpet merah ini hanya protokoler untuk menghormati tamu kenegaraan ke parlemen. "Ini hanya sebatas untuk menghormati," kata dia.

‎Taufik menanggapi kritik Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang. Ia mengkritik pimpinan DPR RI. Bukan gara-gara kinerja yang buruk, pria yang akrab disapa Oso itu berceletuk pedas gara-gara karpet merah khusus pimpinan dewan dan VIP.

"Jangan jadi pemimpin lah kalau takut sepatunya kotor. Dipikir orang hormat karena karpet merah," celetuk dia, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 31 Agustus 2015.

Dia ingin karpet merah yang terbentang dari pintu masuk lobi Nusantara III ke lift kantor pimpinan DPR, DPD, MPR dicabut. Karpet merah cukup dibentangkan ketika ada tamu VIP yang datang.


(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA