Ekonomi Lesu, Jumlah PHK Capai Lebih dari 100 Ribu Orang

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 02 Sep 2015 12:58 WIB
ekonomi indonesia
Ekonomi Lesu, Jumlah PHK Capai Lebih dari 100 Ribu Orang
Ilustrasi. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

Metrotvnews.com, Jakarta: Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI) mencatat jumlah pekerja yang sudah dirumahkan hingga Agustus 2015 mencapai lebih dari 100 ribu orang di tengah perlambatan ekonomi Indonesia.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menduga ada pemutusan hubungan kerja (PHK) yang lebih besar yang dilakukan oleh industri kecil, namun PHK ini tidak dilaporkan secara formal.

"Yang tidak lapor pasti lebih banyak. Yang lapor pasti dari industri formal karena lengkap dokumen hukum, jadi mereka pasti suka enggak suka harus lapor. Kalau dari industri kecil sudah pasti jumlahnya banyak," ujar Enny Sri saat ditemui di Kantor Indef, Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Oleh karena itu, dirinya meminta pemerintah untuk melakukan langkah efektif untuk mengantisipasi hal ini. Selain itu ditambah dengan respons kebijakan pemerintah yang cepat dan tepat.

"Potensi krisis di depan mata. Dampak dan implikasi sangat panjang. Kejadian seperti  1998 cukup sekali saja," kata Enny.

Di sisi lain, ekonom Didik Rachbini mengatakan jumlah pengangguran di era pemerintahan Joko Widodo lebih parah dibandingkan pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jumlah pengangguran pada era Joko Widodo naik enam persen.

"Era SBY jumlah pengangguran turun dari 7,4 persen ke 5,7 persen. Era Jokowi dari 5,7 persen naik enam persen," tutur dia.


(SAW)