Industri Otomotif

Miris! Malaysia Tertarik Meriset Mobil Listrik Selo Karya Anak Bangsa

Ainto Harry Budiawan    •    Rabu, 02 Sep 2015 15:57 WIB
mobil listrik
Miris! Malaysia Tertarik Meriset Mobil Listrik Selo Karya Anak Bangsa
Mobil listrik Selo tak dapat dukungan pemerintah Indonesia. Biggs155

Metrotvnews.com, Jakarta: Harapan akan masyarakat Indonesia punya mobil kebanggaan tampaknya harus kembali dipendam. Pasalnya Selo, salah satu mobil listrik karya anak bangsa justru ditolak pemerintah Indonesia sendiri.

Mobil listrik yang dipelopori mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama ahli mesin Ricky Elson dan rumah modifikasi Kupu-Kupu Malam ini ditolak karena gagal uji emisi. Lucu, karena mobil listrik tentu tidak menghasilkan emisi gas buang sama sekali.

Belakangan Dahlan Iskan diperkarakan terkait dugaan korupsi dan menahan beberapa mobil listrik yang digagasnya. Dari sepuluh mobil sitaan, ada satu mobil yang akan dibawa ke Kejaksaan Agung untuk dijadikan sebagai contoh bukti dan alat pemeriksaan.

"Mobil itu berbahaya digunakan di jalan umum. Kecepatan maksimum hanya bisa mencapai 29 kilometer per jam. Jika kecepatan melebihi 70-80 kilometer per jam, mobil bisa overheat,” kata Sarjono Turin, Kepala Sub Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung seperti dikutip CNN Indonesia Juli lalu.

Kasus ini tentu membuat gundah Ricky dan semua yang dialaminya dicurahkan melalui akun media sosial miliknya. Ia menuliskan meski berat, karya mobil listrik generasi berikutnya harus terus berjalan. Berikut curhatan Ricky.

"Jangan bilang ini tak Cinta"

2 Tahun lebih berlalu, 

Sejak pengembangan pertama Mobil ini.
dan semenjak itu, 
Ide ide pengembangan Generasi Baru
dan Mesin mesin yg baru 
terus berputar didalam kepala ini.
Serasa berat menahan mimpi
yang harus saya dikubur sejenak
didalam kolam kolam Lele di Ciheras,
dibawah jerami kering tua, 
penutup benih bibit Jahe..
Namun dalam hati terus memendam hasrat
untuk terus berkarya, 
meski tak mudah...

Kelanjutan dari pertemuan dgn seseorang di KL, 
8 bln yg lalu
hari ini dapat kabar,
ada keinginan keras mereka 
utk pengembangan Mobil Listrik, 
bersama team kami.

hemmmm,
akankah pembeli Prototype 
Next Generation Of 
"SELO" the Electric Car
(baca : Membiayai produksi next Prototype)
berasal dari Negara Tetangga (M)?
ini bukan menjual diri. 
Karna kami harus terus berkarya.

saya insyaaAllaah bersedia,
jika ini pilihan jalan yg realistis
untuk kami melanjutkan "karya" ini.
Meski ini jalan berputar,
untuk negri kami kelak.
Meski Pahit.

syarat 
Proses Pembuatan tetap harus
di Indonesia.

semoga ada pilihan lain.

Ditulis:
20150830, Macet menuju CiTos

Setori in Ngeri ku,
Disini, mengembangkan EV
malah dikejar kejar untuk jadi Saksi oleh 
sebuah Instansi.




(UDA)