Proyek Kereta Cepat Hanya Pemborosan

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 02 Sep 2015 14:36 WIB
kereta cepat
Proyek Kereta Cepat Hanya Pemborosan
Kereta api cepat, Shinkansen Indonesia, direncanakan ada di 2020. FOTO Terbit,AGUSTANTO B

Metrotvnews.com, Jakarta: Ekonom Indef Didik Rachbini mengkritik proyek kereta cepat yang sedang dirapatkan antara Pemerintah dengan Tiongkok dan Jepang. Bahkan, dia menilai proyek tersebut hanya sebagai pemborosan.

"Proyek yang besar itu impor dari luar dari mana dapat dolarnya dari mana? Krisis malah foya-foya," ujar Didik Rachbini saat ditemui di Kantor Indef, , Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Ia bahkan menilai, untuk pergi ke Bandung tidak perlu menggunakan kereta cepat. Sebab saat ini sudah ada jalan tol, Puncak, bahkan bandara untuk menuju ke Bandung.

"Kan bisa sambil bersantai-santai lewat Puncak. Bisa juga lewat tol Cipularang. Terus ada juga bandara," imbuh Didik.

Dirinya juga mempertanyakan mengapa proyek ini harus dijalankan di Jawa. Menurutnya, proyek kereta api cepat difokuskan di luar Jawa seperti di Sumatera dan Sulawesi.

"Orang Sumatera marah besar. Masa hanya Jawa terus yang difokuskan," ungkapnya.

Sekadar info, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution akan menyampaikan draf finalisasi proyek pembangunan kereta cepat kepada Presiden Joko Widodo hari ini. Hal itu dilakukan agar pembangunan transportasi darat tersebut dapat segera direalisasikan.



(SAW)