Pengusaha Tiongkok Dirayu Benamkan Modal di RI USD500 Juta

Hendri Kremer    •    Rabu, 02 Sep 2015 14:58 WIB
logistik
Pengusaha Tiongkok Dirayu Benamkan Modal di RI USD500 Juta
Presiden Direktur Jimac Group Benny Kurniajaya. (FOTO: MI/Hendri Kremer)

Metrotvnews.com, Batam: Jimac Group akan membawa 50 pengusaha asal Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia, di mana diperkirakan nilai investasi yang akan masuk mencapai USD500 juta.

Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur Jimac Group Benny Kurniajaya, kepada Media Indonesia, usai peletakan batu pertama pembangunan pusat logistik Jimac Grup di Batam, Rabu (2/9/2015).

"Secepatnya, sudah ada pertemuan dengan 50 pengusaha Tiongkok yang bergerak dalam berbagai bidang, kami hanya memfasilitasi mereka. Dan meyakinkan bahwa investasi di Indonesia saat ini adalah waktu yang tepat untuk dilakukan," katanya.

Dia menuturkan, besarnya jumlah investasi tersebut merupakan perkiraaan awal saja. Karena animonya sangat tinggi, bisa saja lebih bahkan bisa mencapai USD1 triliun. Sebab, pengusaha Tiongkok melihat besarnya pangsa pasar Indonesia merupakan kesempatan besar bagi mereka untuk dapat memasarkan produknya.

"Pertemuan awal nantinya akan dilakukan di hotel Shangri-La, dan selanjutnya akan kami bahas bidang-bidang apa saja yang sangat berpotensi untuk investasi di Indonesia. Pada intinya kita membuka pintu selebar-lebarnya bagi mereka," tambahnya.

Senada, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan, Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, mengatakan Indonesia sangat terbuka, jika memang benar puluhan pengusaha Tiongkok itu akan berinvestasi di Indonesia. Berbagai fasilitas tentunya akan diberikan jika memang diperlukan.

"Ini penting, jika mereka mengajak rekan-rekannya untuk datang dan investasi di Indonesia, kita akan sangat welcome dalam hal ini. Tentunya akan mengurangi jumlah pengangguran," katanya.

Saat ini, lanjut dia, Batam merupakan salah satu kawasan industri yang menjadi incaran para pengusaha asal Tiongkok. Sehingga Batam saat ini diprioritaskan untuk dijadikan percontohan daerah lainnya. Apalagi, dengan posisi yang strategis Batam dan daerah lainnya di Kepulauan Riau akan menjadi nilai tambah.

"Lebih banyak investasi yang masuk. Jelas menguntungkan kita. Kesempatan ini tidak akan kita lepaskan. Kami di (Kementerian) Perindustrian sangat mendukung ada pengusaha Indonesia yang menjembatani hal itu," ujarnya.


(AHL)