Depresi Dilarang Pulang, Mahasiswa Yogyakarta Tewas Gantung Diri

Patricia Vicka    •    Rabu, 02 Sep 2015 15:43 WIB
bunuh diri
Depresi Dilarang Pulang, Mahasiswa Yogyakarta Tewas Gantung Diri
Foto: Losmen tempat korban gantung diri/MTVN_Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Seorang mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Akprind Yogyakarta, Irwan, 20, ditemukan tewas gantung diri di losmen di Jalan Dagen Gedongtengen, Yogyakarta. Laki-laki asal Dusun Nogorejo, Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara, itu ditemukan tak bernyawa, pada Rabu 2 September, pukul 6.30 WIB.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta Komisaris Polisi Heru mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, Bejo Suprihatin, 22, korban diduga bunuh diri lantaran depresi. Korban dilarang orangtuanya pulang ke kampung halaman sebelum menyelesaikan kuliah.

"Motif bunuh diri karena dilarang orangtua pulang. Dia kan sedang kuliah di Yogyakarta tapi minta pulang kampung. Orangtuanya minta agar ia menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu," kata Kompol Heri di Markas Polresta Yogyakarta, Rabu (2/9/2015).

Heru mengatakan saksi yang tak lain teman sekampung korban itu sengaja datang ke Yogyakarta. Dia datang untuk menyampaikan pesan orangtua korban.

"Pesan kedua orangtua korban adalah agar korban pulang ke kampung dengan gelar title (sarjana). Mereka berdua menginap di losmen tersebut sejak Jumat 28 Agustus, malam," ujarnya.

Dini hari, Bejo mengaku menjemput kakaknya di Klaten dan mengantar ke Bandara Adisucipto. Saat kembali ke losmen, dia curiga pintu kamar terkunci rapat dari dalam. Setelah masuk, saksi terkejut melihat korban sudah tergantung di pintu kamar mandi.

"Begitu terbuka korban sudah tergantung di lubang angin-angin antara kamar mandi dan kamar tidur dengan kain seprai," kata dia.

Saksi kemudian melaporkan peristiwa itu ke pihak losmen dan diteruskan ke Polsek Gedongtengen. "Bagitu dapat laporan dari polsek kami lakukan oleh TKP. Hasil TKP kami duga korban murni bunuh diri karena kami tak menemukan tanda-tanda kekerasan," pungkasnya.

Jenazah kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Yogyakarta. Jenazah akan divisum kemudian diserahkan ke keluarga korban.Seorang mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Akprind Yogyakarta ditemukan tewas gantung diri di losmen di Jalan Dagen Gedongtengen, Yogyakarta. Laki-laki asal Dusun Nogorejo, Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara, itu ditemukan tak bernyawa, pada Rabu 2 September, pukul 6.30 WIB.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta Komisaris Polisi Heru mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, korban diduga bunuh diri lantaran depresi. Korban dilarang orangtuanya pulang ke kampung halaman sebelum menyelesaikan kuliah.

"Motif bunuh diri karena dilarang orangtua pulang. Dia kan sedang kuliah di Yogyakarta tapi minta pulang kampung. Orangtuanya minta agar ia menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu," kata Kompol Heri di Markas Polresta Yogyakarta, Rabu (2/9/2015).

Heru mengatakan saksi yakni teman sekampung korban, Bejo Suprihatin, 22, sengaja datang ke Yogyakarta. Dia datang untuk menyampaikan pesan orangtua korban.

"Pesan kedua orangtua korban adalah agar korban pulang ke kampung dengan gelar title (sarjana). Mereka berdua menginap di losmen tersebut sejak Jumat 28 Agustus, malam," ujarnya.

Dini hari, Bejo mengaku menjemput kakaknya di Klaten dan mengantar ke Bandara Adisucipto. Saat kembali ke losmen, dia curiga pintu kamar terkunci rapat dari dalam. Setelah masuk, saksi terkejut melihat korban sudah tergantung di pintu kamar mandi.

"Begitu terbuka korban sudah tergantung di lubang angin-angin antara kamar mandi dan kamar tidur dengan kain seprai," kata dia.

Saksi kemudian melaporkan peristiwa itu ke pihak losmen dan diteruskan ke Polsek Gedongtengen. "Bagitu dapat laporan dari polsek kami lakukan oleh TKP. Hasil TKP kami duga korban murni bunuh diri karena kami tak menemukan tanda-tanda kekerasan," pungkasnya.

Jenazah kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Yogyakarta. Jenazah akan divisum kemudian diserahkan ke keluarga korban.


(TTD)