Dana FLPP Habis, Presiden Diminta Teken Perpres Skema Subsidi KPR

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 02 Sep 2015 15:59 WIB
btn
Dana FLPP Habis, Presiden Diminta Teken Perpres Skema Subsidi KPR
Ilustrasi kegiatan di BTN -- FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) cepat menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) skema subsidi bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Sebab, dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp5,1 triliun telah habis disalurkan hingga akhir Juli 2015.

Direktur BTN Imam Nugroho Soeko mengharapkan dengan habisnya dana FLPP, pemerintah bisa menerbitkan Perpres tersebut dalam mengganti subsidi yang pernah dikeluarkan BTN.

"Skema yang kita gunakan Subsidi Selisih Bunga (SSB).‎ Jadi dananya BTN yang menyediakan. Pemerintah meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) yang akan memberikan subsidi,” kata Imam‎, k‎etika ditemui usai acara RUPSLB perseroan di Menara BTN, Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Kementerian PU-Pera dalam mengucurkan subsidi ‎akan menggunakan Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pembiayaan Perumahan. Sambung Imam, potensi dana BLU yang tersedia sebesar Rp1 triliun, dana itulah yang bisa disalurkan dalam merealisasikan skema SSB.

"Pemerintah mau bunga lima persen. Kalau ternyata bunga 12 persen, nanti yang tujuh persen mereka akan subsidi. Kalau dulu mereka akan siapkan 90 persen dana, sekarang kita siapkan 100 persen," ungkapnya.

Dengan ditandatanganinya Perpres itu, maka modal perseroan bisa meningkatkan likuiditas dan pertumbuhan kredit untuk ke depan.

"Tahun ini harus (diteken), karena kami diminta terus jalan. Kami minta secepatnya, agar kepastian itu ada," tutup Imam.


(AHL)