OJK Dorong Industri Asuransi Mendanai Pembangunan Infrastruktur

Husen Miftahudin    •    Rabu, 02 Sep 2015 17:11 WIB
infrastruktur
OJK Dorong Industri Asuransi Mendanai Pembangunan Infrastruktur
Ilustrasi. (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengungkapkan industri asuransi dalam negeri berpotensi mendanai proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang ada di Indonesia. Hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah yang terus menggenjot infrastruktur demi pemerataan pembangunan secara nasional.

Dia menyebut, total investasi dana pensiun yang ada dalam asuransi dalam negeri saat ini sebanyak Rp1.600 triliun. Dari total tersebut, potensi pembiayaan infrastruktur melalui industri asuransi sebesar 20 persen atau sekitar Rp120 triliun.

"Taruhlah total investasi dana pensiun itu Rp1.600 triliun kurang lebih. Katakan 20 persennya saja bisa ke infrastruktur Rp120 triliun. Itu bisa (danai pembangunan infrastruktur)," ujar Muliaman, usai acara seminar Mobilizing Resources for Development Presentation di gedung Bank Indonesia (BI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2015).

Maka itu, lanjut dia, pihaknya terus mendorong industri asuransi untuk masuk ke dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur dalam negeri. Karena menurut dia, selain dapat menggenjot pembangunan infrastruktur, model ini juga cocok untuk investasi jangka panjang industri asuransi.

"Mereka (asuransi dan dana pensiun) kan punya dana jangka panjang. Jadi mereka itu punya potensi untuk menjadi investor, terutama membeli surat berharga yang underlying (dasar pertimbangan) asetnya adalah untuk proyek infrastruktur. Itu sangat dimungkinkan," pungkas Muliaman.


(AHL)