Protes Anti-Islam Belum Tentu Jadi Pembahasan di Jerman Fest

Fajar Nugraha    •    Rabu, 02 Sep 2015 17:38 WIB
jerman fest
Protes Anti-Islam Belum Tentu Jadi Pembahasan di Jerman Fest
Konferensi pers Jerman Fest (Foto: Jerman Fest)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jerman Fest tidak hanya mengutamakan acara kebudayaan, namun politik dan ekonomi juga menjadi perhatian termasuk konferensi anti-teror yang diadakan pada November mendatang di Jakarta.

Namun isu massa anti-Islam, Pegida, yang beberapa waktu lalu merebak di Jerman. Massa Pegida dikenal akan penolakannya atas komunitas warga Muslim di Jerman dan juga imigran Muslim yang memenuhi negara itu.

"Saya kira tidak. Ini merupakan dialog antara Indonesia dan Jerman, bukan Indonesia dengan Pegida," ujar Dubes Jerman untuk Indonesia Georg Witschel, di Pusat Kebudayaan Jerman Goethe-Institut, di Jakarta, Rabu (2/9/2015).

"Tapi pada prinsip ini semua terserah kepada para penyelenggara dan mereka yang ikut diskusi ini. Kasus apa yang akan dibawa oleh," jelasnya.

Dubes Witschel menambahkan, masalah ISIS dan peperangan di Timur Tengah menjadi bahasan utama dalam diskusi ini. Namun bukan tidak mungkin masalah seperti xenofobia (rasa takut terhadap kehadiran warga asing), kelompok sayap kanan di Jerman ataupun kelompok xenofobia yang ada di Indonesia bisa menjadi bahasan.

"Sekali lagi ini semua ada pada penyelenggara. Tidak ada agenda tersembunyi di balik diskusi ini," tegas Dubes Witschel.

Menurut rencana, konferensi itu berlangsung sejalan dengan kegiatan Jerman Fest, September hingga Desember 2015. Adapun konferensi tersebut akan berlangsung di Hotel Morrisey Jakarta, pada 24-26 November 2015.

Selain Konferensi Radikalisme dan Deradikalisme, turut diadakan pula Konferensi Lintas Agama pada 2 November 2015. Bertempat di Goethe-Institut, konferensi ini menyediakan tempat bagi warga Indonesia dan Jerman untuk berbagi mengenai masalah hukum, solusi kebijakan dan mencari tahu masyarakat modern di kedua negara, untuk mengatasi isu yang berkembang di masyarakat dan negara serta Agama.


(FJR)