Review Bursa Transfer

Kuda Pacu Pincang Laku Keras di Bursa Transfer 2015

Hilman Haris    •    Rabu, 02 Sep 2015 18:11 WIB
liga dunia
Kuda Pacu Pincang Laku Keras di Bursa Transfer 2015
Pedro dibeli Chelsea dari Barcelona dengan harga yang cukup tinggi (Foto: dok Chelsea)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pesepak bola merupakan salah satu profesi yang kejam. Di olahraga ini, seseorang hanya punya waktu tak lebih dari 15 tahun untuk menapaki jenjang hingga ke tangga paling tinggi. Mirisnya, kondisi itu belum tentu didapat oleh setiap pemain. Kadang, ada pesepak bola yang mengalami degradasi karier saat memasuki usia 27 tahun.

Analisis itu didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh kolumnis asal Inggris, Ted Knutson. Dalam artikelnya berjudul "Age and Value in the Transfer Market", Knutson mendapatkan fakta bahwa masa keemasan seorang pesepak bola hanya terjadi selama tiga tahun, yakni dari usia 24 hingga 27. Setelah itu, pemain mengalami penurunan performa, jumlah gol, hingga gaji. Bahkan, ada sebagian yang harus pensiun karena didera cedera parah.

Mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson juga meyakini fakta yang ditemukan Knutson. Pesepak bola berusia 27 tahun atau lebih diibaratkan oleh Ferguson sebagai kuda pacu yang sudah pincang. Ketimbang memaksakan kuda jagoannya terus berlari tanpa meraih prestasi, Ferguson lebih memilih untuk menembak mereka hingga mati.

Tak heran jika manajer yang mengabdi untuk MU sejak 1986 hingga 2013 itu tak segan menjual pemainnya yang sudah melewati usia emas.

Tengok kisah yang dialami David Beckham pada 2003. Fan menilai Beckham masih menjadi bagian penting untuk MU ketika itu. Tapi Ferguson punya pandangan lain. Beckham dianggap sudah tidak fokus, mulai kehilangan kecepatan, dan market value-nya berangsur-angsur menurun seiring usia yang sudah menginjak 27 tahun. Ferguson akhirnya menjual Beckham ke Real Madrid dan meminang "darah muda" dari Sporting Lisbon, Cristiano Ronaldo.

Tren Berubah

Seiring berjalan waktu, klub-klub besar Eropa mulai melancarkan antitesis dari temuan Knutson dan teori kuda pacu Ferguson. Tak percaya? Tengok pergerakan sejumlah tim selama bursa transfer musim panas 2015. Lantaran percaya pemain gaek masih bisa memberikan kontribusi, Manchester United, Barcelona, Manchester City, dan AC Milan akhirnya berani menggelontorkan banyak dana demi memboyong mereka.

Knutson dan Ferguson mungkin heran melihat pemain uzur bisa menjadi primadona pada musim ini. Bahkan seorang Arturo Vidal, yang baru saja melewati usia emas masih diminati oleh Bayern Muenchen. Makin terasa aneh karena Bayern harus mengeluakan uang hingga 25,9 juta poundsterling (Rp559 miliar) untuk mendapatkan Vidal dari Juventus.

Situasi yang dialami Bastian Schweinsteiger dan Pedro hampir mirip dengan Vidal. Usia Schweinsteiger sudah menginjak 31 tahun, sedangkan Pedro berusia 28 tahun. Satu dekade lalu, pemain seusia Schweinsteiger dan Pedro biasanya bakal terdampar di klub gurem. Tapi kini, Schweinsteiger masih bisa menjalani karier di klub besar seperti MU sementara Pedro berada di Chelsea usai ditransfer dengan harga fantastis, 18,9 juta poundsterling.

(Lihat data Transfer pemain senior sepanjang bursa transfer musim panas 2015)

Prestasi Instan

Kondisi kompetisi di dunia sepak bola pada saat ini berbeda jauh dibanding 10 hingga 20 tahun silam. Dulu, manajemen seolah masih maklum andai manajer tim baru bisa meraih prestasi pada tahun ketiga atau keempat. Dengan tekanan yang tak begitu berat, kebanyakan manajer akhirnya memilih untuk membangun skuat dengan pondasi pemain muda. Harapannya, pemain-pemain itu matang dan bisa memberikan prestasi maksimal saat berada di usia emas.

Sekarang berbeda. Manajer dituntut untuk bisa memberikan hasil memuaskan sejak hari pertama bekerja. Pemecatan menjadi nasib buruk yang harus diterima manajer ketika gagal memberikan trofi pada tahun pertama.

Hal ini yang mendorong antitesis temuan Knutson dan teori Ferguson muncul. Agar tim bisa langsung berprestasi, pelatih-pelatih seperti Mourinho, Van Gaal, dan Guardiola mulai masa bodoh dengan pembinaan dan memilih mengambil jalan pintas dengan mengeluarkan kocek besar guna mendapatkan pemain uzur.

Menilik dari usia saat ini, siapa pun tahu kalau karier Vidal, Schweinsteiger, dan Pedro tidak akan bertahan lama. Tapi fakta menyedihkan itu tak akan dipedulikan andai ketiganya bisa langsung memberikan prestasi instan untuk tim. Saat Vidal, Schweinsteiger, dan Pedro tak lagi memberikan kontribusi pada dua atau tiga tahun mendatang, para manajer-manajer itu bakal meneruskan siklus dengan mendatangkan pemain senior dan sudah punya jam terbang tinggi lainnya.

Berbahagialah pemain-pemain gaek pada saat ini. Ambisi besar manajemen membuat Pedro dll masih bisa mencicipi enaknya berkarier di level tertinggi. Bahkan tak sedikit di antara mereka masih menikmati kenikmatan mendapat gaji selangit.

*Data dan Fakta
Transfer pemain senior sepanjang bursa transfer musim panas 2015
Pemain        Usia        Harga

1. Angel Di Maria - 27 tahun - 44,1 juta poundsterling
2. Nicolas Otamendi - 27 tahun - 31,22 juta poundsterling
3. Arturo Vidal - 28 tahun - 25,9 juta poundsterling
4. Jackson Martinez - 28 tahun - 24,5 juta poundsterling
5. Arda turan - 28 tahun - 23,8 juta poundsterling
6. Carlos Bacca - 28 tahun - 21 juta poundsterling
7. Alvaro Negredo - 30 tahun - 19,6 juta poundsterling
8. Pedro Rodriguez - 28 tahun - 18,9 juta poundsterling
9. Bastian Schweinsteiger - 31 tahun - 6,3 juta poundsterling
10. Edin Dzeko - 29 tahun - Pinjam
11. Carlos Tevez - 31 tahun - 4,55 juta poundsterling
12. Yohan Cabaye - 29 tahun - 9,73 juta poundsterling
13. Roberto Soldado - 30 tahun - 11,2 juta poundsterling
14. Moussa Sow - 29 tahun - 11,2 juta poundsterling
15. Nani - 28 tahun - 4,2 juta poundsterling
16. Raul Garcia - 29 tahun - 10,5 juta poundsterling
17. Dimitri Payet - 28 tahun - 10,5 juta poundsterling
18 Maria Suarez - 28 tahun - 10,5 juta poundsterling
19. Miranda - 30 tahun - Pinjam
20. Robin van Persie - 32 tahun - 4,6 juta poundsterling

Perbedaan rata-rata gol
Tahun    Usia 24-27    Usia 27-...
Musim 1    14,3        12,2
Musim 2    17,0        11,6
Musim 3    14,6        11,4
Musim 4    13,3        11,4


(HIL)